Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Nasib Orang Kecil


Oleh:
Nur Sholikhah



                “Kamu kelas berapa sekarang?” 

                “Kamu maba ya?”

                “Oh, aku kira kamu masih semester 3.”

                Pertanyaan dan pernyataan itu sudah sering kali terdengar, entah di kampus, di rumah, di taman bermain, di tukang sayur, bahkan di atas motor. Nasib memang, dimana-mana selalu dianggap masih kecil padahal usia sudah hampir 2 dasawarsa, hiks. Tapi semua itu bukan berarti membuatku harus minder, takdir sudah berkata demikian. Manusia tidak bisa menuntut pada Tuhan bukan? 

                Terkadang ada rasa bangga tersendiri yang tidak bisa didefinisikan, mungkin rasa syukur atau kayak ada manis-manisnya gitu (korban iklan). Memiliki badan kecil ada baiknya pula. Setiap orang menasehatiku untuk makan yang banyak dan minum susu. Siapa yang tidak senang kalau disuruh makan banyak dan minum susu? Sayang sekali usaha itu sudah pernah aku coba, tapi hasilnya adalah negatif. Kalau biasanya di penjara suci ini (pondok) jatah untuk makan hanya 2 kali, nah kalau ada kesempatan untuk pulang ke rumah yang sebenarnya (bukan makam ya) aku bisa makan 3 kali dengan porsi lebih banyak tentunya. Tapi tetap saja saudara-saudaraku bilang aku seperti orang kurang makan, hmm.

                Jika kebanyakan wanita akan sensitif kalau dibilang gendutan, aku justru sebaliknya. Aku bisa tidak tidur siang hanya karna aku dibilang tambah gendut. Sebenarnya menajdi kurus itu banyak keuntungannya, diantaranya aku bisa menyelip di keramaian seperti pasar, aku bisa makan sesukanya tanpa khawatir gendut, aku bisa berlari tanpa beban, aku bisa meloncat dengan ringan, aku bisa tidur nyenyak. Tapi ya begitulah, aku harus siap dengan pertanyaan dan peryataan di atas. Apalagi tinggi badanku tidak sampai 1,5 meter. Bisa jadi kalau aku pakai seragam SMP, semua orang tidak akan heran. 

                Pernah suatu kali aku cek kesehatan di puskesmas untuk keperluan masuk kuliah. Saat ibu dokter mulai memeriksa dan bertanya aku sekolah dimana, dengan PDnya aku menjawab, “Saya sudah lulus bu, ini mau daftar kuliah.” Ibu dokter tersenyum dan berkata, “Kamu sekecil ini sudah mau kuliah?”

                Kriik, krikk, suara jangkrik tidak lagi berbunyi karna aku telah melahapnya untuk menambah nutrisi dan berat badanku.
 


Malang, 1 Muharram 1440 H
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar