Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BUKU " 76 FATWA CINTA"


  🗣Apa kata mereka tentang buku ini?

D. Zawawi Imron
(Penyair dan Budayawan)
----------------------------------------
"Inilah gamelan jiwa yg ingin berangkat dengan melangkah menuju Cinta. Dengan berbekal penghayatan religius Halimi Zuhdy memaparkan kepatuhan kepada Sang Pencipta dengan bahasa prosa liris. Karya sastra seperti ini, saya kira diperlukan untuk menghaluskan perasaan, terutama pada zaman yang hiruk pikuk yang menggambarkan kedangkalan jiwa."
Rita Febrianta
(Direktur Manarat Indonesia, Dosen dan motivator B. Arab IAIN Bukittinggi)
----------------------------------------
"Cinta, sebuah kata sarat makna. hadirnya membawa harapan di relung nadi yang bernafas dengan dawainya. beruntai rasa, menggelorakan titah doa, bergulung gelombang syukur, indah bagai rintik rintik buih di lautan. terukir bak warna-warni pelangi di ujung senja. Mewarnai kalbu dan mengapungkan rindu dan kadang menyemai luka menganga. Namun cinta akan sempurna bila muaranya sang pemilik kepingan kalbu, tempat dan sarang rasa itu membahana. Buku Fatwa Cinta ini adalah di antara goresan ujung pena seorang Halimi Zuhdy. semoga menukik tajam di rasa sang perindu dan pecinta Rabbil alamin.
Izzati Ruba’ei,
(Penggiat Literasi dari Lombok, Pengajar Al-Qur'an)
----------------------------------------
Menyelami deretan huruf demi huruf Fatwa Cinta, terasa tenggelam dalam lautan hikmah. Santun, penuh makna, sederhana namun istimewa. Sungguh, setiap kebaikan akan mengantarkan kita pada Sang Maha Cinta, serasa tak ada celah untuk tidak melakukan yang terbaik. Rindu-rindu yang menggebu, semoga menjadi wasilah kedekatan kita padaNya.

Abdul Aziz
(Direktur Eksekutif Lingkar Study Wacana Indonesia)

----------------------------------------
"Mengurai kehidupan dengan cara tak biasa. Memecut mereka (yang) menghamba pada tahta. Menyuguhkan solusi pembersihan hati. Bersujud, menangis, terharu dan tersungkur di hadapan-Nya. Inilah ikhtiar apik yang dilakoni penulis guna turut membangun masyarakat berkeadaban. Karya "bukan fatwa biasa" besutan Mas Halimi ini layak dibaca oleh akademisi, praktisi, politisi hingga pejabat Negeri sekali pun."
Ninis Nofelia
(Penulis Buku "Jodohku Bersabarlah" dari Banyuangi)
----------------------------------------
"Membaca fatwa-fatwa cinta akan semakin nikmat dengan menyatukan yang berserak. Dihimpun dalam satu bentuk buku yang diracik apik. Hikmah-hikmah yang tertuang dari awal hingga akhirnya bagaikan komposisi alunan musik alam. Syahdu diterima pikiran dan perasaan.
Indah Nurnaningsing
(Santri PP. Darun Nun, Penulis puisi)
----------------------------------------
Kumpulan fatwa yang diprakarsai oleh Sang penoreh Fatwa Cinta, Halimi Zuhdy. Seolah berlaku menjadi pemrakarsa dalam mencungkil hikmah cinta dalam keseharian. Dengan piawai menyajikan berbagai kata yang penuh etika, berirama dan penuh retorika. Dengan menyajikan bahasan yang tidak melulu telah disebutkan dalam karangan klasik, Fatwa Cinta tampil dengan penuh konten kesegaran dan penuh penegasan.
"
Share on Google Plus

About Halimi Zuhdy

Penulis puisi berbahasa Indonesia dan Arab (sudah 7 Antologi yang ditulis), Penulis buku Pembelajaran Bahasa Arab, Pendidikan Bahasa Arab, Lingkungan Bahasa, dan lain sebagainya. serta terpanggil untuk menjadi Da'i dan mengaji diberbagai pondok di Malang. sekarang menjadi Dosen Tetap UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan pembina mata kuliah Sastra Arab Modern, Folklor Arab, Teori Sastra, dan Al-Arabiyah Li Aghrad Khassoh. serta mengajar Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab di Pascasarjana UIN Malang
menjadi Ketua Redaksi Jurnal LiNGUA Humaniora UIN Malang, dan menjadi Khodim Pondok Pesantren Darun Nun Malang.
Pernah belajar di King Saud University dan Menyelesaikan Doktoralnya di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Menjadi Motivator Menulis, Pembelajaran Bahasa dan Sastra.

0 komentar:

Posting Komentar