Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BERKHIDMAH VS PASSION

Oleh Dyah Ayu Fitriana @fitriyesss

Beberapa tahun yang lalu, sempat saya menulis tentang passion. Pasti masih ada di Website ini. Saat itu saya masih berada di jenjang strata 1 dengan semangat menggebu dan idealisme tinggi, menggaungkan tentang passion. Bagaimana kita harusnya menemukannya dan bekerja berkarya cukup di situ saja, hal yang kita senangi yang tidak tertekan ketika menjalaninya.

Kemudian time flies fast, tiba-tiba saja saya sudah bekerja, melanjutkan kuliah dan bantu di sana sini. Saya sangat sadar bahwa tidak tahu mengapa, saya di bawa ke jalan yang berbeda. Pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusan, pun tidak sesuai dengan passion yang saya yakini saya miliki, meski saya tidak tahu itu benar atau hanya anggapan saya semata.

Ketidaktahuan pada keilmuan bidang tersebut dan keyakinan bahwa bukan sesuai passion itulah yang sering membuat saya merasa tidak cukup, mencari pada sesuatu yang harusnya sesuai dengan hatiku. Sehingga saya sadar bahwa saat itu saya harus berjuangnya dimana, fikiran dan keingintahuan malah pergi ke mana. Tidak singkron.

Sampai suatu hari di buku Bertumbuh, ada salah seorang penulis yang saya kagumi cara berfikirnya, cara merangkai katanya, mbak Mutia Prawita, menjabarkan hal yang menohok perasaan saya. Dia bercerita tentang sekolah yang telah dirintis oleh orang tuanya, katanya guru guru yang baru kenapa tidak punya jiwa berkhidmah, mengabdi. Mereka banyak datang dan pergi, padahal tak jarang yang berproses di sana bahkan disekolahkan oleh ayah Mbak Mutia demi bisa berkembangnya sekolah. Tapi para pemuda yang banyak menomorsatukan passion itu seakan tak perduli, yang penting pencapaian dan kepuasan pribadi. Guru yang tua-tua yang memulai sekolah dengan susah malah yang tahan banting dan godaan akan peruntungan di lain tempat.

Membaca itu saya mulai merenung, apakah saya termasuk di dalamnya? Kaumku yang selalu mencari "apa untungnya bagiku?" dan melupakan hakikat berkhidmah. Tak mudah, tentu karena saya masih berada di usia ini dengan banyak keinginan. Tapi setidaknya mulai ada pemahaman perlahan mulai belajar menyadari mana hal yang kumiliki dan mana yang tidak, mana hal yang digenggam dan mana yang dilepas, di mana aku harus berusaha memberi yang terbaik. Proses yang butuh waktu dan kesabaran.

Perum bukit cemara tidar f3 no 4 
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar