Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BUKAN MATA TAPI HATI


Oleh : Ira Safira Haerullah
"Dari mata turun ke hati"
Orang selalu menjawab demikian ketika ditanya "dari mana datangnya cinta?" Terdengar sangat biasa memang, namun pernahkah terlintas dibenak, apakah hanya dengan pandangan seseorang bisa mendatangkan cinta yang hakiki? Mungkin kah itu cinta suci atau hanya nafsu birahi?
Jika memang hanya dari pandangan bisa mendatangkan cinta, lantas bagaimana seorang makhluk mencintai khalik-Nya yang tak mampu kita pandang rupa? Dan bagaimana seorang mukmin mencintai kekasih-Nya? Bukankah sebagian besar dari mereka menangis mengatas namakan cinta dan rindu kepada khalik dan kekasih-Nya yang belum pernah mendengar suara apalagi bertemu dan bertatap muka.
Sejatinya cinta itu datang dari hati yang bersih tanpa harus melalui pandangan tanpa arti. Itulah yang dinamakan cinta hakiki, yang mencintai tiada henti dan merindukan sampai menangis. Ketika semakin mencintai membuat cinta semakin suci, dan ketika merindukan membuat rindu semakin syahdu. Dan biar hati yang melihat cinta dengan batin bukan mata yang melihat cinta dengan dusta.
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

1 komentar:

  1. Setuju dengan pendapat bhwa cinta gak bisa timbul hnya krna pndngan. Tapi rasa cinta untk kekasih, sprtinya tdk bisa disamakan dngn rasa cinta kepada Allah maupun RasulNya. Rasa cinta mnurut sya brbeda ssuai porsinya, cntohnya kpd Tuhan, orang tua dan keluarga, kekasih maupun shbt. Bntuknya ttap cinta, tp tingkatnnya brbeda. Balik lg ke topik awal, cinta mmng tdk mlai dri pndngan. Scra naluri manusia, kesan saat awal jumpa sngat mmpngruhi pnilaian trhdp sseorang. Tp jika pnntuan cinta tidaknya berdasar pada fisik, jelas itu bkn cinta. Mngkn lbih bisa dktkan rasa kagum. Mnurut sy, cinta tidak se instan indomie. Smua btuh proses. Tp tdak mnutup kmungkinan brawal dri pndngan. Hnya sja itu bkan alasan utama rasa cinta.
    Ini sdkit pndpat sya sja

    BalasHapus