Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

punggung-bahu-micin-penggorengan


Siti Fathimatuz Zahro'

“Ya Allah, kulo kuesseeel. Muter-muter kampus nyari temen ku terus ambil KHS terus ngembalikan buku ke perpustakaan pusat lantai 3”.


Sering kali kita sandingkan nama-Nya dengan rentetan keluh kesah. Memang benar jika hanya kepada-Nya lah kita bersandar dan berserah. Namun bukan berarti mengingat-Nya hanya dengan kata ‘aduh’. Mungkin ada juga yang menyahut “Gusti Allah kok digawe sambat wae. Mbok yao lek seneng eling pisan”. Salah. Bagi persepsi ini kita salah. Lalu ada dalih lain katanya “Jangan bergantung dengan selain Allah. Punggung yang kokoh saja bisa keropos apalagi bahu yang sebaris?”. Persepsi ini mengatakan bahwa Allah-lah tempat kembali dan berserah.
Nah..persepsi yang seperti ini harus benar-benar diluruskan karena banyak yang mengambil pesan-pesan agamis hanya secara instan. Bukan sesuatu yang tersirat. “Yaaah, namanya juga generasi micin. Tinggal tuang langsung menikmati”. Salah lagi. Lalu mengapa jika ini generasi micin? Apakah semua-semuanya yang tersedia langsung didalihkan sebagai ‘generasi micin’ tanpa ada reparasi? Lalu buat apa serok penggorengan jika tempe matang langsung bisa dinikmati?.

*1'st anniv at darun nun

Malang, 17 Juli 2018
Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar