Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Perihal Jodoh




Kedua hati insan yang menyatu bukan hanya sebuah permainan. Perasaan itu bukan hanya dari lawan jenis tapi juga bisa orang tua, kakak, adik, sahabat, atau yang lainnya. Kedua hati yang telah menyatu karna rasa nyaman juga aman, saling percaya dan terbuka. Itu bukanlah kejadian yang kebetulan, melainkan Allah telah merencanakan jauh-jauh hari untuk takdir yang kita jalani. Hidup memang pilihan, pilihan untuk berbuat baik atau buruk, pilihan untuk berhenti atau terus, pilihan untuk diam atau berbicara, pilihan untuk berjalan atau berlari, tapi semuanya itu ialah takdir yang dipilih dan dipilihkan. Untuk kedua insan yang masih belum halal, mampukah mereka menjaga cinta untukNya hingga hari pernikahan itu tiba? Ataukah malah justru setan yang mendahului mereka untuk berbuat sesuatu yang tidak disukaiNya?

Perihal jodoh, iya jodoh. Jodoh ialah dimana kedua insan yang telah disatukan atas nama cinta yang halal dan disahkan oleh agama juga negara, mereka akan hidup saling melengkapi dalam situasi suka maupun duka, selama-lamanya. Untuk menyatukan kedua insan yang saling mencintai memang terlihat mudah, banyak orang di luar sana yang selalu mendambakan setelah pernikahan akan menerima kebahagiaan yang terus menerus. Padahal, pernikahan bukan hanya melulu tentang cinta dan siapa yang cepat, tapi juga komitmen, kesiapan, kepercayaan, dan tanggung jawab. Menggabungkan dua keluarga besar yang mungkin dari background yang berbeda nasabnya, agamanya, adatnya, dunianya, karakternya dan lain-lain. Dan yang paling penting adalah meyakinkan kepada semua keluarga bahwa kedua insan yang saling mencintai ini sanggup untuk membuka lembaran baru atas ikatan halal.

Mungkin banyak orang yang sudah terlanjur takut dan trauma, mereka selalu dihantui oleh masa lalu yang kurang baik dalam persoalan dicinta dan mencinta. Hingga akhirnya mereka menutup hati kepada orang-orang yang benar-benar mencintainya dan berani menempuh jalan keseriusan. Itulah sisi buruk dari cinta jika penikmat cinta tidak bisa menghargai makna cinta yang sebenarnya. Lalu apa makna cinta? Cinta bukan sekedar aku cinta kamu, kamu cinta aku , makna cinta tidak cukup diuraikan dengan kata-kata sampai akhirnya air di laut dijadikan untuk sebuah tinta untuk menuliskan makna cinta pasti juga tidak akan cukup, karena makna cinta yang sesungguhnya adalah cinta itu sendiri.

Bagaimana dengan perasaan kedua insan yang belum mempunyai label halal? Bisakah ia disebut dengan cinta? Ataukah hanya cinta palsu?

Jodoh sudah pasti ada, kalaupun tidak bertemu di dunia pastilah Allah sudah menyiapkan pasangan di surgaNya. Jika Allah sudah menakdirkan sesuatu untukmu pastilah ia akan jatuh dipangkuanmu, sebaliknya jika Allah tidak menakdirkan untukmu, pastilah ia juga tidak akan pernah jatuh dipangkuamnu, takdirmu adalah tetap menjadi takdirmu. Sebab jodoh tidak akan pernah tertukar. Hanya saja yang kita lakukan saat ini mungkin adalah menjaga jodoh seseorang, begitu sakitnya jika kita tau bahwa selama ini yang kita jaga adalah jodoh orang? Apalagi cara untuk menjaga jodoh seseorang itu memakai jalan yang tidak diridhoiNya? Na'udzubillah

Tahap keseriusan sebelum halal hanya menampung wadah perasaan sampai titik akhir dimana seorang laki-laki datang ke rumah perempuan untuk meyakinkan orangtuanya, ini masih belum dikatakan sesuai syari'at jika hanya menampung wadah perasaan saja. Cinta sebelum halal adalah nafsu yang ingin dianakkan, semakin dimanja ia akan semakin melonjak. Jangan salahkan jika mata yang kurang terjaga, telinga yang selalu merindu, serta harap yang berlebih.


Laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik, perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik. Pernah mendengar itu? Tentu saja pernah, itu sedikit kesimpulan dari surat an-Nur ayat 26. Bisa kita bayangkan, begitu indahnya jika laki-laki yang baik bertemu dengan perempuan yang baik, mereka akan menjalankan nahkoda mereka di atas pelaminan nan sungguh bahagia. Lalu, bagaimana nasib laki-laki yang kurang baik dan perempuan yang kurang baik? Apakah mereka bersatu? Pernikahan macam apa yang akan mereka bangun?

Bukan seperti itu, jodoh selalu saling melengkapi antara satu sama lain. Mungkin saja akan menjadikan seseorang untuk lebih bersyukur karena mendapatkan pasangan yang sangat luar biasa akhlaknya, agamanya, nasabnya, hartanya, dan parasnya. Sebaliknya, seseorang juga akan menjadi  hamba yang selalu bersabar atas cobaan yang telah menimpanya. Itu sudah menjadi sunnatullah.

Cara terbaik untuk mendapatkan perhatian yang lebih dariNya adalah berhenti saling menjaga, lepaskanlah karenaNya. Karena cinta sejati belum bisa disebut sejati jika belum ada ikatan halal. Percayalah, sesuatu yang sudah ditakdirkan untukmu tidak akan menjadi milik orang lain. Berjodoh maupun tidak, tetaplah berprasangka baik terhadap semua ketentuan yang telah digariskan oleh Allah. Bahwa yang menjemputnya dengan cara yang baik pasti akan dipersatukan dengan jalan yang lebih baik pula. Yang jadi permasalahan adalah percaya atau tidak. Allah akan menyatukan mereka bagi yang saling mencintai karenaNya.

Kita selama ini hanya tau bahwa menjaga perasaan seseorang adalah hal yang baik, tapi bukankah menjaga perasaan Allah lebih sempurna dan terlihat indah?

Mutiara Rizqy Amalia
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

2 komentar: