Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Berbagi dengan Hati


Oleh : Nur Ma’rifatul Jannah
Jum’at 1 juni 2018 tepatnya tanggal 17 Ramadhan atau malam nuzulul Qur’an. Kami dari mahasiswa UIN MALIKI MALANG jurusan Bahasa dan Sastra Arab, mengadakan acara buka bersama dengan anak-anak yatim di panti asuhan YASIBU (Yayasan Insan Indonesia Bersatu) yang berlokasi di Jl. Babatan III RT 02/RW 03 Kel. Arjowinangun, Kec. Kedungkandang, Kota Malang. Bertemu dengan mereka, memandang wajah mereka, melihat senyum mereka, mendengar celotehannya, segala tentang mereka, wajah suci mereka. Betapa senyum itu indah sekali, namun penuh haru. Seakan menegur diri ini untuk lebih bersyukur. Kalian luar biasa! Sungguh kalian luar biasa!
Kegiatan di sana kami mulai dengan sambutan-sambutan perwakilan dari salah satu teman kami, dan dari pengasuh Yayasan tersebut yang saya lupa mencatat namanya. Hehe, maafkan! Yang masih tercatat diingatan ini, beliau adalah sosok yang luar biasa. Semoga surga selalu merindukan beliau.
Kemudian dilanjutkan dengan acara perkenalan dari kita, teman-teman BSA yang hadir. Sekalian memberikan sedikit kata motivasi yang dikemas oleh MC kita dengan penuh canda tawa. Selanjutnya perkenalan dari mereka, adik-adik panti. Suara lugu mereka, sungguh sangat menggemaskan sekaligus merenyuhkan hati. Dengan malu-malu mereka memperkenalkan diri dan dengan lantang mereka mengungkapkan cita-citanya. Ingin jadi guru, masinis, KOPASKA (Komando Pasukan Katak), pemain sepak bola, pelukis dan lain sebagainya. Mendengar itu semua dari mulut kecil mereka, seakan menggetarkan semesta untuk turut megaminkan ucapan mereka itu. Semoga ridho Allah selalu menyertai kalian yah…!   
Hingga waktu maghrib tiba, lantas diiringi dengan adzan yang dikumandangkan oleh salah satu anak kecil dari panti tersebut. Merdunya khas suara anak-anak. Hati ini hanya bisa mengguman kagum, dan bersyukur padaNya. Seusai itu kami membaca do’a setelah adzan disusul dengan do’a berbuka puasa, dan kami pun makan bersama-sama. Seusai itu kami sholat maghrib berjama’ah dan terakhir kami mengabadikan momen kebersamaan kami bersama dengan mereka, para generasi emas yang luar biasa.
Yayasan ini benar-benar sungguh luar biasa. Hingga berulang-ulang aku mengucap kata luar biasa. Selain diajarkan ilmu pengetahuan umum dan agama, anak-anak  juga diajari dengan kegiatan yang kreatif dan positif. Misalnya belajar entrepreneur, produksi snack dan oleh-oleh khas malang, berupa kripik dan sebagainya. Selain itu di era digital ini, mereka juga aktif di sosial media. Mereka diajarkan untuk berdakwah mealui Instagram. Berupa foto, video dan film-film pendek yang bertemakan islam. Cek IG : pantiasuhanyasibu
Postingannya dijamin keren-keren, anak seusia mereka sudah dididik menjadi pribadi yang mandiri, dan berakhlakul karimah. Yayasan yang dulunya masih sangat sederhana, masih terbuat dari anyaman bambu, tahap demi tahap kini sekarang sudah menjadi bangunan yang bertingkat. Sungguh luar biasa. Tekad kecil namun kuat akan melahirkan pencapaian yang besar dan kokoh.   
Khususnya di bulan Ramadhan ini, postingan di IG mereka spesial dengan film-film pendek bertemakan Ramadhan seperti membahas tentang puasa, sahur, shodaqoh dan sebagainya. Dengan akting para aktor cilik dengan wajah lugu dan polos mereka, berdakwah, menyampaikan ajaran-ajaran islam yang dikemas dengan sederhana namun maknanya sungguh istimewa. Ah, entahlah aku dibuatnya terkagum-kagum dan mengharu bangga. Semoga keberkahan selalu menyertai kalian. Semoga apa yang menjadi harapan dan cita-cita kalian semua mendapatkan ridho Allah. Semoga kalian, dan kita semua mampu menjadi manusia yang berakhlak nabi. Biidznillah...
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar