Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Car Free Day dan Luka Indonesia

source : infosumbar.net
Oleh :
Nur Sholikhah




           Kawan, kali ini aku tidak akan menceritakan suatu kisah apapun. Biarkan kisah-kisah itu terangkum suatu saat nanti. Entah kapan. Yang terpenting sekarang aku ingin menuturkan sedikit tentang apa yang kutahu. Yang jelas ini bukan persoalan cinta atau tentang rindu, karna keduanya sama-sama sulit bagiku. Kalian pasti tahu, berita yang sedang naik daun sejak beberapa hari yang lalu. Sayang sekali, mengapa harus terjadi di tanah air yang mulai terluka ini. Hari minggu, seharusnya penduduk kota sedang bersuka ria untuk menikmati kegiatan yang sudah terkenal dengan sebutan car free day karna hari tu adalah hari kebebasan bagi mereka untuk menikmati udara kota tanpa polusi. Namun sayang, semua menjadi kurang menyenangkan karena ulah negatif para manusia. 

            Ribuan orang sudah berkumpul di jantung kota, tidak peduli usia. Orang miskin dan kaya berbaur, tak tampak sudah mana buruh rumah tangga, pengusaha, pegawai swasta maupun pegawai pemerintah. Tempat yang luas itu berubah menjadi lautan manusia. Mungkin inilah gambaran suasana kelak di akhirat nanti, saat tiba waktunya manusia dibangunkan kembali dari mimpinya yang teramat panjang. Kegiatan car free day merupakan budaya baru masyarakat kota yang bertujuan untuk mengurangi tingkat polusi akibat kendaraan bermotor. Kegiatan ini dijadikan sebagai sarana sosialisasi antar penduduk kota sekaligus sebagai sarana berolahraga. Sehingga, masyarakat diharapkan dapat menjalin relasi antar sesama dan meningkatkan kualitas kesehatan mereka. 

            Kegiatan car free day membebaskan masyarakat untuk berkreasi dalam rangka memeriahkannya. Entah kegiatan itu berkaitan dengan seni, olahraga maupun musik. Banyak komunitas-komunitas yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berkumpul bersama atau bahkan mempromosikan acara mereka. Pada intinya banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan disini. Namun tidak bisa dipungkiri, sebagian masyarakat malah menjadikan kegiatan car free day sebagai sasaran empuk untuk tujuan tertentu. Ya salah satunya adalah mencopet dan kejadian 3 hari yang lalu.  
            Mungkin aku tak patut berkomentar panjang lebar tentang masalah ini, semua orang sudah tahu dan mengerti. Betapa sangat disayangkan, kesempatan untuk menikmati pagi hari itu harus terasa sesak hanya karna kejadian yang tidak pantas. Tujuan positif dari car free day telah disalahgunakan, memang kegiatan ini membebaskan masyarakat melakukan aktivitasnya disana, namun bukan berarti kita bebas bermain bukan?

            Kita juga dibebaskan untuk berpakaian apapun, yang penting jangan sampai telanjang. Tapi memakai kaos yang bertuliskan seperti itu bukankah merupakan tindakan provokatif? Sehingga rakyat seolah-olah terpecah menjadi dua golongan. Padahal tidakkah mereka ingat bahwa kita adalah satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air. Ideologi kita masih sama, pancasila. Lagu kebangsaan kita masih tetap Indonesia raya. Jangan lukai indonesia dengan tindakan yang tak pantas seperti itu. Haruskah kutanya, seberapa besar cintamu yang tersisa untuk Indonesia? 

            Satu golongan dengan golongan lainnya saling mencela, saling menjatuhkan, masing-masing merasa golongannya lebih baik, yang terbaik, sehingga cenderung fanatik. Perang di media sosial sudah tak terelakkan, ada yang memakai sindirin bahkan kata-kata kasar tak sopan. Bagaimana Indonesia bisa bersatu kalau rakyat terpecah menjadi beberapa golongan? Sedangkan setiap golongan mempunyai tujuan yang berbeda, pendapat yang berbeda. Dimana letak rasa persatuan dan saling memiliki terhadap bangsa ini?

            Aku sebagai netizen sekaligus rakyat Indonesia merasa miris, apapun alasannya aku tak bisa menutup diri dari berita-berita di negeri ini. Setidaknya meskipun aku bukan politisi atau aktivis apapun, aku harus tahu keadaan Indonesia, karna aku memang bagian darinya. Benar begitu bukan? Mari kita lekas pulihkan keadaan negeri ini, ia sudah terlalu sakit karena virus-virus terorisme dan KKN menjangkitinya. Kembalilah mengisi kegiatan car free day dengan hal-hal yang positif. Berbahagialah disana, jangan saling mengecam. Suarakan rasa cinta tanah air kita, karena sebentar lagi usianya kan bertambah. Siapapun yang sedang memimpin Indonesia saat ini dan yang akan datang, semoga ia adalah orang yang amanah, yang sengaja diutus Tuhan menyembuhkan penyakitnya.
 



Malang, 2 Mei 2018
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar