Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MEMBACA ITU NIKMAT


Oleh Dyah Ayu Fitriana @fitri_yesss


Hanya butuh satu buku untuk membuatmu jatuh cinta pada membaca.
Saya salut pada penulis e-book ini, saat ini banyak orang yang mengajak kita beraktifitas nulis-nulis dan nulis namun lupa dengan hal yang juga tak kalah penting yakni membaca. Mengapa? Karena hakikatnya menulis tanpa membaca sepertihalnya menuang ceret yang tak ada isinya. Kosong melompong.

“One week One Book” yang ditulis oleh Adi Wahyu Adji ini dibuka dengan memaparkan banyaknya kesalahan dalam memandang aktivitas membaca selama ini. Banyak orang yang mengidentikkan buku dengan pelajar-pelajar yang kurang pergaulan dan cupu. Sudah barang tentu hal ini memicu anak-anak untuk anti dengan baca buku “Nggak gaul” begitulah kira-kira. Daripada baca mending nongkrong ke kafe yang bagus buat foto, mendaki gunung lewati lembah ~eh. Padahal tidak ada yang salah dengan aktivitas membaca. Buku hanyalah alat yang berisi formula jawaban dari persoalan-persoalan yang kita alami. Membacanya berarti menambah pengetahuan baru serta cara baru untuk menyelesaikan masalah.

Adi wahyu adji dalam buku ini memaparkan alasan mengapa harus satu minggu membaca satu buku. Jawabannya karena ternyata banyak sekali waktu kita yang terbuang sia-sia hanya untuk men-scroll status instagram dan membalas chating whatsapp. Sedangkan waktu-waku sedikit tersebut semestinya bisa dimanfaatkan untuk mambaca buku sehingga lebih produktif. Selain itu jika kebiasaan membaca ini sudah tertanam, maka niscaya nggak ada yang namanya berhenti belajar. Meskipun kita nggak sedang di bangku sekolah, wawasan kita tetap luas dan pemikiran tetap terbuka dengan adanya berbagai permasalahan yang kita fahami lewa membaca.

Nah sekarang bicara tentang apakah mungkin kita bisa mengkhatamkan buku dalam sepekan? Jawabannya jadi ngingetin ketika kita punya target khatam Al Quran di bulan ramadhan. Tapi bedanya sebelum menargetkan berapa halaman yang harus dibaca tiap harinya, pertama kita harus pilih buku yang bener-bener pengen kita baca terlebih dahulu. Kenapa? Karena jika buku itu nggak bener-bener kita cintai, nggak bener-bener penting buat kondisi kita saat itu maka kemungkinan untuk khatam (selesai) semakin kecil. Untuk itu pilih buku yang kamu suka terlebih dahulu kemudian tentukan target perharinya dengan membagi total halaman menjadi 7 bagian. Satu bagian tiap harinya. Waktu bacanya gimana? Apakah butuh waktu yang spesial gitu? Ternyata nggak. Seperti yang tadi telah dijelaskan, analogikan baca dengan ngemil. Orang bisa diet dengan tidak makan berat, tapi kalau tetap nyemil di sela-sela waktu bukankah tidak akan berhasil? Istilahnya sesuatu yang kecil itu berpengaruh besar. Untuk itu waktu nganggur yang sering kita gunakan untuk buka sosmed sekarang mulai kita alihkan pad abaca buku. Sela-sela waktu saja tapi sering itu akan lebih efektif.

Di akhir buku ada beberapa tips yang diberikan agar bisa sukses di misi “One Week One Book” ini. Salah satu tips yang unik dalam buku ini yakni membaca dengan alur maju mundur, nah loh, bukanlah itu malah membuat fikiran jadi nggak fokus? Ternyata tidak juga. Membaca bagian akhir akan memberikan sensasi puas telah menamatkan buku, padahal belum hehe. Selain itu ketika bagian akhir telah dibaca, ketika membaca bagian tengah akan lebih mudah. Satu hal yang penting lagi yakni sebaiknya kita memiliki patner baca. Mempunyai komunitas, atau minimal teman yang juga membaca akan membantu kita untuk tetap semangat, berbagi hasil membaca dan saling merekomendasikan buku yang bagus untuk dibaca. Terakhir, agar ilmu yang telah susah payah dikhatamkan itu nggak hilang, maka perlu dibuat rivew. Banyak sekali orang yang suka beli buku hanya untuk dibaca atau bahkan dibiarkan kesepian di atas rak lemari. Buku tidak akan membumi manfaatnya sebelum ilmu yang ada di dalamnya dibaca dan dipraktikkan di kehidupan nyata. Membuat review selain menajamkan ingatan kita juga akan menarik minat orang lain untuk membaca. Beberapa kali saya jadi berminat pada beberapa buku juga karena melihat review dari beberapa orang.  

Nah sekarang, buku apa yang ingin kamu khatamkan pekan ini?

 


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar