Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Mencintaimu Tanpa Syarat, Mungkinkah?

Pict Source: i.pinimg.com



Dalam percakapan di suatu grup..

B: Laki-laki 1
D: Perempuan 1
I: Perempuan 2
Y: Laki-laki 2




B: Adakah disini yang mencintai seseorang tanpa syarat ?


D: Syaratya cuma satu, gak kasar sama perempuan


I: Sukak bgt deh sama syarat yang satu ini (y) <3


B: Bagaimana kalo fisiknya jelek? apakah kamu tetep menerima dia? pasti org pertama kali liat fisik nya dulu baru hati..

I: Kalau ini ranahnya sudah mengarah tentang perempuan, sehingga ada baiknya merujuk lagi ke bagaimana sebenarnya naluri seorang wanita itu, seperti yang sudah banyak kita tahu selama ini bahwa cewek cenderung ke perasaan, lebih menginginkan pemenuhan rasa untuk dilindungi, diayomi, disayangi
Sedangkan mencintai itu adalah rasa yang otomatis muncul dalam hati, terkadang timbul tanpa sebab, namun adapula yang muncul atas dasar alasan, sepertihalnya karena perangainya yang baik, ramah, penuh perhatian, dan sejenisnya sehingga lambat laun rasa cinta itu muncul
Kembali lagi pada naluri perempuan. Ketidakkasaran seorang laki-laki kepada perempuan, setidaknya sudah sedikit mewakili dalam pemenuhan apa yang diinginkannya, karena kalau laki-lakinya cenderung keras dan kasar yang berlebihan pasti lagi-lagi jatuhnya ke perasaan,
Jangankan kasar yng berlebihan, laki-laki yang cenderung meluapkan kata-kata menggunakan nada tinggi saja kalau saya pribadi tidak begitu nyaman dengan yang demikian, apalagi sampai membentak-bentak,
Kembali lagi, perempuan itu jatuhnya lebih ke perasaan, kalau masalah fisik ada pula yang menjadikannya nomor sekian, pokoknya yang penting dari awal kebutuhan batiniahnya terpenuhi dan tidak tersakiti, apalagi perempuan itu cenderung mudah luluh dengan hanya kata-kata
Berbeda dengan laki2 yang memang pada dasarnya makhluk logis, makhluk visual, lewat pandangan mata menjadi faktor utama dalam hal ketertarikan ke lawan jenis, sehingga tidak jarang mereka beranggapan pokoknya no.1 cantik, yg lain urusan nanti. Ada juga yang demikian, namun masih mengesampingkan dulu urusan tersebut dan mengedepankan yang lain, seperti didahulukan agamanya, dsb.
Jadi menurut saya ini soal mayoritas kecenderungan yang dirasakan oleh perempuan terkait nalurinya tadi, dan tidak bisa digeneralkan juga, mau milih laki-laki yang seperti apa bisa juga berbeda-beda, tergantung individunya bgaimana, 
Begitu mas B*** kalau mnurut saya..
Kalau menurut mbak D ada tambahan mungkin?  :)

D: Bener kata mba indah 😊, perempuan itu butuh dilindungi dikasih sayangi percuma kalo fisiknya bagus tapi kelakuanya gak baik. Perempuan itu perlu dibimbing


Y: Bagaimana kalo beda agama, pasti syaratnya langsung nambah😂😂😂


I: Ini berarti sudah beralih ranah dari sekedar mencintai menjadi "memilih".
Agama itu sudah pasti menjadi prinsip utama sebelum melangkah ke kriteria yang lain-lain, sedangkan karakter dan kepribadian itu menjadi pilihan bagi setiap orang, apakah ia siap-siap saja menerima karakter berjenis A atau malah menginginkan karakter berjenis B.
Sebagai pribadi yang taat akan ajaran agama yang dianutnya, sesorang akan memilih calon yang senada dengannya. Semisal ia muslim, maka ia akan cenderung mencari sesama muslim. Tinggal muslimah yang seperti apa yang akan ia pilih, terkait dengan ketaatannya, perangainya, kepribadiannya, dsb.

Sekian :) 
x




Indah Nurnanningsih
Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar