Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Rintik Hujan Bersama Kenangan


Oleh:
Nur Sholikhah



               Jam masih menunjukkan pukul 3 sore, namun langit sudah merubah warnanya menjadi abu-abu kelam. Awan-awan hitam berbaris rapi menyapaku yang sengaja mengamati. Sebentar lagi akan turun hujan, batinku. Segera ku langkahkan kaki keluar dari gedung tempat aku mencari ketidaktahuan. Tempat yang sudah memberiku keluasan bergerak dan belajar menulusuri kehidupan. Aku menuju masjid untuk menunaikan kewajiban. Sepanjang perjalanan, aku melewati kawasan kos-kosan, penjual makanan dan jalan raya yang membentang. 

                Gerimis turun dengan lembutnya membasahi bumi, menepis rasa hangat yang sedari tadi mengitari. Aroma tanah yang basah dan segar segera menusuk indra penciuman ini. Seiring dengan jatuhnya tetesan-tetesan lembut, bayangan kenangan hadir mengetuk hati yang memang sedang terbelit rindu. Ah hujan selalu membuatku begini, terjebak dalam genangan kenangan masa lalu.

                Aku teringat dia, sosok lelaki yang menjadi cinta pertamaku. Dia yang selalu berusaha membuat wajah ini sumringah. Dia yang telah berusaha membesarkanku saat Negara ini tengah bergejolak dengan krisis moneternya. Dia sang pekerja keras tanpa peduli dengan kulitnya yang semakin menghitam legam. Terlintas satu kenangan saat hujan deras datang, aku melihatnya dari kejauhan. Dia mengayuh sepeda tuanya dengan memakai jas hujan berwarna biru. Terlihat salah satu tangannya membawa payung, iya dia mengantarkan payung itu ke tempat aku mengaji. Alangkah senangnya hatiku saat itu karena hujan tidak bisa menghalanginya untuk senantiasa menjagaku. Meski dingin berhasil merasuki tubuh, tapi semua terasa hangat karena kasih yang kian melekat.

                Kini ketika hujan datang, hati ini terasa sangat senang. Aku bisa bermain dengan kenangan masa laluku, membayangkan semua dapat terulang kembali. Namun, sering aku tersadar bahwa kini aku tidak berada di sisi mereka, jarak dan waktu telah berubah. Maka harus ku tegaskan bahwa hujan adalah hujan, bukan kenyataan. Memang benar kata orang, hujan mempunyai kekuatan untuk menciptakan kenangan. Ia datang tanpa paksaan dan panggilan. Lembutnya rintik-rintik dan dinginnya perasaan dapat membuat seseorang terlena. Terutama diri ini yang terlalu memuja hujan di kota orang.



Malang, 1 Desember 2017
Pondok Pesantren Darun Nun
Perumahan Bukit Cemara Tidar f 3 no.4 Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar