Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PENYEMPURNA

Oleh Dyah Ayu Fitriana @fitri_yesss
Seorang anak berdiri di sisi aliran air yang dalam, di seberang nenek ya berteriak "eh jangan lewat situ nak tidak bisa." lelaki kecil itu tetap mengamati, berjalan ke sana ke mari mencari celah untuk melangkah untuk kemudian sampai pada neneknya. Namun ternyata kaki kecilnya masih tetap tidak sanggup melewati selokan air yang lebar dan dalam itu. Kulihat ia sambil terus menunggu keajaiban apa yang akan terjadi, apakah ia akan melompat dan sukses atau malah tercebur ke dalam selokan air itu.
Di puncak kebingungannya seorang pria dari sudut kolam renang beranjak dan menggendongnya. Melangkahkan kaki melewati selokan air tadi. Aku terperanjat baru saja kutemukan rumus kehidupan yang sering kali kuabaikan.
Bukankah kita sama dengan bocah laki laki tadi? Sering diharapkan masalah, seakan sebuah selokan air yang lebar nan luas terbentang di hadapan kita. Kaki-kaki kecil kita tiada mampu untuk melewatinya. Hati kita tak mampu untuk menahan betapa sakit itu mendera. Tak jarang kita gagal menemukan jalan keluar, lantas marah, kalap dan mencaci pembuat selokan.
Namun di sanalah Dzat yang Maha Memiliki tiada pernah abai, Beliau mirsani, melihat kita selalu. Dengan apa kita akan memecahkan masalah, seberapa sabarkah, seberapa ingatkah, seberapa gigih meminta dalam doa. Lalu di masa yang paling krisis di mana kita benar benar tak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah itu, Beliau datang. Memberikan kasih sayang dan pertolongan kepada kita hingga akhirnya mampu melampaui sebuah jurang permasalahan.
Maka jika kita merasa lemah, yakinkan pada hati kita "Bukankah Ia Maha Kuat dan Kuasa?"
Ketika kita merasa bahwa masalah sedang menyerbu kita, menghadirkan tangis dan kesakitan yang luar biasa, lalu tanyakan
"Bukankah setelah tangis ada tawa? Setelah lara ada ria? Dan setiap lelah ada upah?"
Jika pundak itu sudah tak sanggup menahan bebannya, gumamkanlah,
Gusti... Inilah usaha hambamu yang lemah, dan Engkau lah satu-satunya yang mampu membuat semua hal menjadi sempurna."
Pemandian air panas cangar, bersama Entika.
---------
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar