Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Ketika Aku Menjadi Darunnun




Ketika aku menjadi darunun adalah sebuah kisah kecil pengalaman seseorang wanita  yang buta akan agama. Dimana dia merasa bahwa hidupnya selama ini seperti tak berguna sangat  tak terarah. Melakukan semua sesuia kehendak hatinya. Bermanja – manja  pada sebuah kenyamana yang  menyesatkan. Mengenal dirinya hanya sebatas egoisme saja yang tak memikirkan apa yang akan terjadi nanti setelah semuanya  berakhir.
Dengan semua masalah tersebut menjadi seorang santri adalah keputusanya,dengan segala pertentangan hati dan lingkungannya. Dengan kebimbangan yang dihadapinya apakah bisa dia menjadi seorang santri apakah mampu dia menempuh semua ujian yang akan dia hadapi  nanti. Apakah mampu dia melepaskan semua kenyamanan yang dia miliki. Kehidupan santi  adalah kehidupan yang penuh dengan kemandiriian. Kehidupan santri adalah kehidupan yang  merupakan teladan bagi masyarakat luas. Mampukah dia?

Pada akhirnya dengan melawan semua kebimbangan yang ada. Dia memantapakan diri  untuk tetap pada keinginannya yaitu menjadi santri. Dan dengan bantuan sahabatnya  diapun akhirnya menjadi santri di sebuah pondok kepenulisan bernama darunnun.
Bayangan awal dia saat masuk pesantren darunun semua akan berat. Dia pasti akan merasakan ketidaknyamanan dengan lingkungan baru dimana semunya harus berbagi. Mengahadapi  orang – orang asing yang mungkin saja tidak dia sukai. Mengerjakan semua tanggung jawab yang belum pernah dia laksanakan sebelumnya dan ketebatasan ilmu yang dia miliki. Tapi salah semua itu salah apa yang di bayangkan sebelunya salah. Semua kebimbanga yang di rasakan sebelumnya terbantahkan.
Di darunnun semua indah sungguh indah mereka sangat bertoleransi  dengan  keadaanku yang sekarang. Mereka  membinbingku menolongku,meraka menghargaiku dengan penuh kasih sayang. Banyak sekali pengalaman pertama yang dia dapatkan banyak sekali pelajaran yang,banyak sekalia teladan yang dia dapatkan dari para ustad ustadazah. Dia sungguh mengucapkan banyak terimakasih untuk semua yang berada di darunuun. Dia yang galau menjadi dia yang gembira. Intesitas tangisanya sekarang  sudah mulai berkurang. Senyum bahagia selalu dia dapatkan dari para saudarnya di darunun. Dia banyak mengucapkan terimaksih  karena telah menjadikan wanita itu sebagai keluarga darunun dan maafkan dia jika kau masih banyak melakukan banyak keselahan. Ketika aku menjadi darunun adalah sesuatu yang indah tak akan pernah dia lupakan.

 Novia Anggraeni
malang, pada suatu hari
 Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar