Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Kau dan keakuanku


Mata dan hatiku menjadi terlalu biasa tuk merasakan ketidakpedulian. Terlalu biasa tuk acuh pada setiap keadaan. Jangan heran jika suatu ketika kau tuliskan kata-kata pengundang perhatian namun tak ada sedikitpun tanggapanku tuk kasihan padamu. Atau sekedar ucapan-ucapan perintah tuk bangun dan mengoleskan minyak penenang pada badanmu. Jangan terlalu berharap lebih padaku. Karena aku tak sebaik itu. Aku tak punya hati tuk mengasihi, tak punya hati tuk memberi, bahkan tuk membenci atau sekedar basa-basi. Aku hanyalah diriku yang hanya peduli pada perut sendiri, menyukai saat-saat menatap langit malam dan sore hari.


Jika kau ingin merajut mimpi dengan menggandeng tanganku dengan hati-hati, menarik, mendekap lebih dalam mungkin kau kan temukan sebuah kehangatan. Meski itu hanya setitik, bahkan mungkin tak kan mampu tuk penuhi hasratmu ingin dicintai. Ketika kau datang untuk menangis dan menggulung segala payah, mengalpakan segala amarah, aku disini. Duduk sendiri, siap tuk mendengar erang suaramu, tanpa banyak kata tanpa banyak tanya.
Tubuh ini Hanya diri yang mati, siap tampung segala harga diri, kehangatan yang kau idamkan tak kan kau temukan jika kau tak mau mendekati, menatap, berjalan dan menelisip lebih dalam hutan kesungguhan. kau hanya diam, merenung di sudut ruangan nan dingin, lembab. Lantas esok kau terseok keluar dari peraduan, baru dua langkah kau menyerah. Menatapku nanar, minta dikasihani, dipeluk dan dibuatkan secangkir teh hangat. Maaf, aku sudah terlampau sering mengingatkanmu aku bukan makhluk yang kau idamkan. Aku hanya disini, menatapmu sepi, meceritakan dongeng tentang para peri. Biar kau tau ada dunia disana yang jauh lebih indah daripada berdiam dipelukanku yang sedang menanti.

Terkadang hujan menembus dan menyapamu perlahan, lantas kau peluk erat pula dirinya. Tidur, hingga ternyata kau sesap terlalu banyak hingga esok kau tak mampu hadapi langit yang cerah. Lagi-lagi. aku tak lagi dapat melihatmu menyerah. Belilah apapun yang kau suka, lalu lupakan segala sengsara. Jadilah apa adanya. Luapkan segala yang kau punya, takutmu, malumu, maumu, bahkan jika itu melukai citramu, percayalah kau akan bahagia dengan caramu sendiri. Dengan derap langkahmu sendiri, meski suatu waktu kau kan temui rintangan hingga kau harus berbelok atau pilih jalan memutar, setidaknya kau bahagia. 

amanah al mubtada
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar