Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

ISLAMMOOC



Oleh Dyah Ayu Fitriana @fitri_yesss

Satu hal yang sering membuat saya geregetan adalah ketika teman-teman saya pada mengidolakan artis-artis yang juga diprofesikan sebagai ustad atau ustadzah. Terlebih kalau ustad dan ustadzah itu bawaannya nggak ngademin ati, gampang menyalahkan sana sini. Nah lebih geregetannya lagi karena saya nggak bisa ngelakuin apa-apa ketika tahu hal-hal semacam itu. Yah kan nggak mungkin saya marah dan melarang teman-teman untuk nonton mereka di sosmed (emang siapa saya). Padahal kalau dihitung-hitung para kyai dan ustad yang jelas sanadnya jelas aaliman (berilmu) dan faaqihan (faqih) nya dilingkungan pesantren itu juga nggak kurang sih.

Lalu kebetulan beberapa hari yang lalu dosen saya menjelaskan tentang MOOC (Massive Open Online Course), semacam edx, coursera, future learn dan baru2 ini indonesia juga meluncurkan IndonesiaX. Sistemnya semacam kursus online terbuka, yg sudah sangat teratur jadwalnya. Pengajarnya juga nggak tanggung-tanggung, diambilkan dari kampus kampus ternama. Dan parahnya itu free.

Dari situ saya berfikir, kalau orang biasa dengan perkembangan teknologi sekarang bisa mengakses pelajaran dari para dosen yang berkualitas, bisa nggak ya orang awam yang pengen belajar agama itu difasilitasi semacam itu juga? Jadi materi bisa diambil dari para kyai yang sudah pasti faqih nya. Orang-orang juga lebih mudah untuk belajar, karena memang kadang ada beberapa orang yang tidak mendapat akses pada para kyai, entah karena keterbatasan waktu, tempat atau yang lain.

Memang terbesit di hati saya, apa nggak apa kalau pembelajaran agama di online kan. Soalnya sudah pasti kyai tidak bisa memantau langsung muridnya, dan murid tidak bisa belajar secara langsung pada gurunya, belajar dari akhlak Beliau-beliau. Tapi, ah bukannya para penggerak santri lewat Instagram semacam @aisnusantara, @alasantri, @santristory dan @cahpondok juga sudah membuktikan, bahwa santri juga bisa berdakwah secara online. Tidak hanya sebel dengan viralnya akun-akun radikalisme, tapi melawannya dengan kreatifitas.

Itu sih yang ada di benak saya saat ini. Dan saya tau pasti bahwa saya nggak bisa sendiri (wong bukan sapa sapa juga haha). Maka dari itu saya pengen mengutarakan kepada panjenengan-panjenengan semua selaku yang punya banyak jaringan dan mungkin bisa diwacanakan dan jika dirasa bagus bisa diambil langkah. 

Kita tidak bisa berlari dari teknologi. Namun kita bisa memodifikasinya untuk membuat perubahan yang baik bagi sesama. 



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar