Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Dia di Tuakan









Dia bukan orang besar dia bukan orang kaya dia bukan ulama dia bukan penasehat tapi dia lah panutan, dia lah perizinan , dia lah yang menasehati dia lah yang menghalangi keganjilan. Dia bukan yang tertua tapi dia di tuakan dialah tempat bagi para saudarannya untuk bekeluh kesah tanpa mengenal lelah. Dia akan menyambut para saudara dengan sajian kenyamanan dan keterbukaan serta segala pengayoman darinya.
Rumahnya adalah rumah singgah para saudarannya, Aku sering mendengar dan melihat para saudarannya berkeluh kesah denganya. Meminta nasehat untuk segala masalah yang di hadapi di keluarga masing- masing dengan harapan dia dapat sedikit memberi mereka pertolongan. Tanpa memikirkan masalah dan kebutuhannya sendiri, dia selalu akan berusaha sebisa mungkin untuk membantu para saudarnya. Baginya yang terpenting adalah keluarga dia tidak mau ada kerusakan dalam keluargannya biarlah dia yang berkorban asalkan keluarga selalu dalam keadaan adem ayem tanpa ada prahara saling tegur sapa dan saling menyayangi satu sama lain. Bitulah keadaan keluargaku, rumahku akan menjadi sangat hangat dan menyenangkan dengan kedatangan para saudarannya yang membawa kegimbaraan anak kecil dari para keponakan  yang bisa memeriahkan hari minggu dirumah sederhana di pojok pertigaan jalan desa. Semuanya itu karena dia di tuakan walau dia bukan yang tertua tapi dia yang dihargai.
Ketika dia harus berlomba dengan kokokan ayam jago untuk sekedar mencari seberkah rejeki untuk anak suami. Ketika sang fajar masih malu untuk  menampakan dirinya dia sudah melantukan segala musik kreatif dari perkakas Dapur. Membangunkan kami yang masih bergulung dengan kehangatan mimpi. Dia sosok yang tak kenal lelah dan menyerah dia sosok yang tak mau memberatkan orang lain.
Dia ibuku orang yang telah berjuang untuk membuatku ada di dunia ini orang yang telah berusaha membuatku hidup dengan kehidupan yang telah diberikan –NYA. Dia berjuang mulai dari keterlambatan sang fajar hingga kelelawar mulai keluar dari sarangnya. Kesemuanya dia lakukan hanya untuk mensejahterakan anaknya. Dia hanya tidak mau anaknya merasakan  kesusahan yang berlebih hanya untuk sekedar makan, cukuplah dia saja yang merasakannya, sekarang biarlah anaknya mengejar impian dengan perut yang kenyang bersama semangat dan kegimbaraan di hati. Biarlah waktu tidurnya terbuang begitu saja yang dia mau hanya anaknya sehat.  Yang aku tau dia tak pernah minta lebih yang dia inginkan hanya senyum bahagia merekah pada bibir Anaknya dengan segala ketulusan dan keberkahan di hati..


Novia Anggraeni
Malang, 08 November 2017


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar