Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Cerai Atau Rujuk? Suamiku Telah Memanfaatkanku

Gambar terkait
Pict Source: Brutality in Chile – Empire











Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Lika Liku Berumahtangga (Bagian I)

Beberapa pertanyaan seputar kerumahtanggaan seringkali mendera sesama wanita,  seringkali merasa buntu dalam memecahkannya, hingga akhirnya bercerita adalah salah satu jalan keluarnya. Terkadang diri ini mendapati mengenai isu-isu umum maupun isu terhangat, yakni mengenai pelakor (perebut lelaki orang). Namun tak jarang, isu/permasalahan tersebut merupakan campuran dari beberapa permasalahan dengan pasangan, ditambah dengan hal-hal terkait diluar hubungan berumah tangga.  Berikut ini salah satu permasalahan seorang ibu rumah tangga yang dijawab dalam perspektif wanita yang belum berumahtangga (saya pribadi). Dalam setiap konteks pertanyaan yang saya jawab, diri ini hanya bermaksud memberikan masukan sejauh yang saya mampu dan sebatas yang saya fahami. Berharap dapat saling berbagi pengalaman dan pembelajaran untuk kedepan.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu,



Waalaikumsalam Warahmatullah Wabarakatu
Bunda L**** yang dirahmati Allah,
Memang perlu penegasan terhadap hal-hal serupa.. naluriah manusia yang cenderung alpa dengan hakikatnya dia seperti apa, tanggung jawabnya dia seharusnya bagaimana, menjadi terlena ketika ada yang ikut menopang semua itu. Apalagi sekelas laki-laki. Lelaki yang gentle itu semestinya faham dan tegas dalam menjalankan hak dan kewajibannya bagi keluarga, terutama ketika sudah berumah tangga. Kalau sudah seperti yang dilakukan suami bunda, bagaimana dia mempertaruhkan dan menyadari harga diri yang sejatinya sudah runtuh?

Benar memang, suami yang seperti itu patut diberi peringatan.. agar ia tahu bagaimana rasanya gagal, bagaimana rasanya terhimpit dalam hal financial, bagaimana dengan ketiadaan campur tangan orang yang paling berpengaruh dalam karirnya, biar tahu rasanya ketika seorang istri kesusahan namun yang ia lakukan malah demikian.. itupun dianya saja sudah tidak ikut urun apa-apa untuk keperluan rumah tangga. 
Dalam kondisi seperti itu dimungkinkan akan lebih mudah dalam seseorang sadar dan menyesal..barangkali jika bangkrut adalah jalan hidup terbaik baginya..itupun kalau dia mau berubah dan menyadari yang sudah-sudah,

Saya rasa sudah begitu keterlaluan tidak bertanggung jawabya jika yang dia pegang erat adalah prtolongan pertolongan dan terus pertolongan finansial dari bunda (dalam bahasa jawa istilahnya "njagakno"), sehingga menjalin ikatan dengan Bunda hanya untuk hal-hal yang terkesan banyak mudharatnya. Sefaham saya sejauh ini hukum pernikahan dapat menjadi haram manakala ketika menikah sang suami berniat untuk menyakiti jiwa raga istri. Jika suamipun tidak menjalankan hak2 maupun kewajiban seperti misal shalat, istripun berhak meminta cerai. 

Pilih jalan yang terbaik bun, banyak-banyak istikharah dan banyak meminta pendapat kepada Guru/ Ustadz ataupun orang yang pakar di dalam permasalah hukum gadai tersebut, bagaimana baiknya, jika memang Bunda bermaksud bercerai namun terkendala perihal tergadainya rumah Bunda. Barangkali ada pihak2 luar selain bunda-bunda disini yang pernah memiliki pengalaman serupa, sehingga bisa dibicarakan langsung. Jangan sampai sang suami terus menerus berpangku tangan dan menelantarkan hak bunda dan anak..sementara disana ia sedang mendekati wanita yang bukan muhrim,

Bunda semoga semakin banyak mengingat Allah dalam situasi seperti ini, diberikan jalan terbaik dan mudah2an bunda selalu dijaga Allah..
Juga tentang apapun yang kita miliki maupun yg kita putuskan semoga selalu dalam ridhoNya.. kelak bunda pasti bisa keluar dari semua permasalahan ini, mendapatkan hikmah dan Bunda dinaikkan drajatnya jika sabar, doa dan ikhtiar terus mengiringi..
Allah tidak akan tinggal diam terhadap orang yang mendzalimi hak2 sesamanya.. saya turut terenyuh membaca postingan bunda,
Sehat selalu ya Bunda beserta anak dan mamanya Bunda sekeluarga..
Doa terbaik dari kami semua disini..


Indah Nurnanningsih
Pondok Pesantren Darun Nun Malang



Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar