Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Rem Blong di Jemari

Gambar terkait
A kid in their jungle

Sourcepict: thewest.com.au


Kulajukan ketikan ini manakala mereka sibuk bersenda bersama teman-teman sebayanya. Merasakan euphoria bagaimana bisa sekamarlelap dengan kawan sekelasnya, adik kelasnya, bahkan yang di keseharian hanya melintas depan ruang kelas. Setaraf sekolah islam seperti mereka kurasa belum ada besitan dalam perlakuan maupun hal-hal menyeleweng yang kesannya terlalu.
Terkadang kuliputi mereka dengan penuh tanya. Kok bisa, kok bisa dan kok bisa. Memang bagi makhluk asing seperti ini gemar melantunkan tanya dalam otak yang semacam itu. Saat mereka datang dan kembali bersama kedua malaikat bernama papa dan mama. Duh, betapa diri yang sedang membawa bulpenpun ingin begitu. Membawa tentengan penuh namun begitu bersemangat membawainya, sambil melaju menuju lantai atas. Ada yang masih berdrama-drama, yang lainnya enjoy saja. Kulihat antusias orang tua menayakan kabar mereka, hingga menyalamiku. Saat kutatap wajah mereka memenuhi barisan Quran di kepalan tangan, sementara pikiran mereka sejenak melayang dari bayang-bayang rumah, TV dan gadged yang mereka miliki.

Pemandangan mengenai ortu jaman now yang mayoritas mereka kata memiliki kesibukan tersendiri di sela-sela jam padat mereka, tersingkirkan oleh pemandangan yang seperti itu. Penuh kegesaan, "Bagaimana anak saya bu? lancar kah hafalannya?'' Lainnya pun berguman, "Apa kekurangan anak saya?", tidak ada yang kurang dari mereka, lah wong orang tuanya saja model jenengan semua bu", gumamku.


Kepantasan ini selalu terasa menciut manakala mengeja, membenarkan maupun mengkroscek iringan  hafalan yang mereka pegang. Asumsiku begitu cepatnya mereka mncomot baris per baris hingga beberapa genggam ingatan mampu mereka raih dari kitab suci.


Aku mulai merindukan sosok si Valen yang selalu membuncahkan ke-gethingan dan keluarbiasaan yang tak biasa. Kekinian sekali gayanya, namun sayang ia sedang mengikuti acara Tengok Desa. Di sebuah channel youtube yang ku-subscribe itu aku selalu sempatkan mengunjunginya walau tak dapat bertatap muka langsung. Kurasa di kelasnya dia ini pasti sedang dipenuhi ejekan dengan menyebut-nyebutnya sebagai Via Valen. Bukan, bukan begitu wahai teman-temannya Valen. Aswangga Valencio Syahdani adalah laki-laki yang nantinya tumbuh menjadi lelaki yang kuharapkan mampu menggiring semangatnya untuk menjadi da'i kecil, dai muda maupun sampai tingkat lanjut usia. Nyawa sebagai atlet sepatu roda yang entah faktor keturunan mana yang ia warisi hingga menjadi anak masa kini, red: kids jaman now.

(Bersambung)


Ini cerbung pertama saya yang saya bentuk ala-ala novel (katanya). Kalau begitu selamat berfantasi.




Indah Nurnanningsih
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar