Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Paragraf cinta


Oleh
Nur Sholikhah




Aku ingin mencintainya dengan cara yang berbeda. Bukan lagi dengan cara klasik yang tanpa melibatkan-Nya.  Bukan pula dengan cara murahan seperti mereka. Aku ingin cinta ini lebih istimewa, lebih dewasa dan pastinya lebih berharga dari kilauan emas dan permata.

Luka itu sudah cukup menyesakkan, membuat lumpuh hati dan pikiran. Tapi semuanya telah berlalu, isakan tangis yang sempat menghias hari, kini akan terbang jauh. Lewat doa dan sujud malamku, aku ingin menghadirkan cinta itu kembali dengan wujud dan rupa yang berbeda. Karna aku tak mau seperti dulu, mengharap dan menghamba pada manusia yang tak berdaya menghias senja.

Masa lalu memang tak kan terlupa, ia akan selalu terbayang walau deras hujan telah mengahapusnya. Tapi sadarlah, dari sana kita belajar dewasa, kita belajar luka, bahkan kita juga belajar tentang cinta. Mungkin masih terbesit ingatan tentang dia, yang pernah membuatmu gundah, apakah ini yang dinamakan cinta? kenapa cinta ini menghidupkan rindu yang menyesakkan pilu? beribu tanya mungkin akan bersiap menampar perasaanmu.

Lalu bukankah rasa itu tak selamanya utuh, mungkin karna dia dan dirimu belum waktunya menyatu. Luka itu hadir sebagai warna, yang jika tanpanya cinta tak akan mengenal sesal. Bukankah perasaan kita sering di bolak balik oleh Sang pemberi cinta? yang awalnya suka menjadi lupa, yang darinya manis menjadi sinis. Haha maaf aku tertawa, aku mengingat diriku sendiri yang pernah terjerat luka.

Mungkin saat itu aku lupa pada siapa ku harus mencinta, aku telah keliru menitipkan perasaanku padanya. Bahkan sempat langit pun tertawa pada hujan deras di suatu senja, mengapa kau menangis? kemana hamba yang dulu sering kau puja? katanya dia akan selalu buat kau bahagia, nyatanya hanya kenangan dan kata-kata manis yang kau bawa.

Ah sudahlah, itu hanya sekilas bayangan masa lalu tentang cinta dan dia. Kini aku tahu bagaimana cara mencinta yang sesungguhnya. Benar katamu kawan, cinta tanpa melibatkan Allah hanya akan berujung luka. 





Malang, 13 Oktober 2017

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar