Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Meng-Iqob-Diri Sendiri

Hasil gambar untuk iqob


Meng-Iqob-Diri Sendiri
By: Anggun Amalia Fibriyanti

Target.. Semua orang memilikinya. Akan tetapi kadarnya berbeda, sehingga semangat juang seseorang pun berbeda. Berbagai kegiatan yang dilakukan seseorang dalam setiap waktu pasti ada tujuannya. Namun, ketercapaian akan target tiap orang berbeda, bergantung pada langkah demi langkah usaha untuk mencapainya. Pernahkah anda menargetkan beberapa hal dalam satu waktu? Atau menargetkan satu hal dalam beberapa waktu? Sepintas, langkah awal apa yang anda pikirkan untuk mencapainya? Pastilah sederetan tahap yang penuh tak-tik dan trik agar target anda semaksimal mungkin dapat tercapai dengan segera. 

Seiring berjalannya waktu, dengan teknologi komunikasi social media yang sangat canggih secara tidak kita sadari dapat menjadi penghambat akan tahap-tahap yang telah kita buat untuk mencapai target kita. Waktu yang berjalan konstan, namun kita rasakan waktu itu mengalami percepatan. Dikit-dikit tangan kita meraba-raba HP, mata dan pikiran kita focus pada chat-chat yang panjangnya tak hingga hingga kita sering lupa terhadap hal yang akan  kita lakukan. Akhirnya, jangka waktu yang kita sediakan untuk suatu hal sudah habis, namun belum menghasilkan apa-apa. Semua tahapan yang kita rencanakan tertunda hingga bisa juga terbengkalai. 

Nahh.. Dari pengalaman inilah yang hamper dialami setiap orang, maka sangat dibutuhkan adanya iqob dari diri sendiri untuk diri sendiri. Meski sudah banyak iqob dari pihak eksternal diri, namun semua itu mungkin kurang mengena pada jiwa kita, hanya melaksanakan, selesai ya sudah selesai. Namun jika dari diri sendiri dan untuk diri sendiri pasti akan terjadi peperangan dalam jiwa saat akan melakukan hal yang sia-sia dan kebermanfaatan yang minim. Diri ini tentu ingat akan berbagai hal yang awalnya menjadi target dan dampak dari semua tindakan yang akan dilakukan. Jadi, dalam pelaksanaan iqob yang paling penting adalah ketegasan pada diri sendiri. Tidak perlu terlalu berat, namun bisa mengena dihati.

Bagaimana jika iqob dirasa terlalu berat? Maka timbullah rasa tak sepenuhnya menjalani dengan sepenuh hati. Hanya sekedar menjalani. Oleh karena itu, dalam setiap menjalani iqob butuh ketegasan dan menanamkan kesadaran akan jera untuk dirinya sendiri. Nah.. Berterimakasih dengan adanya iqob itu Penting. Untuk apa? ya untuk menempa kedisiplinan diri kita akan kelalaian.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Perum. Bukit Cemara Tidar F3/04
Malang, 25 Oktober 2017

 
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar