Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

G U R U

Oleh : Cintia Dwi Afifa

"Ga pingin jadi guru?" Pertanyaan yang seringkali di tanyakan mbah ketika saya hampir lulus SMA.  Jawaban yang selalu tetap, Tidak.  Pertanyaan pun tak berhenti disana.  Kenapa tidak?  "Kenapa" sebuah pertanyaan yang menanyakan sebuah alasan dari jawaban. Hanya kebingunan yang ada waktu itu.  Entah kenapa saya sangat tidak tertarik menjadi seorang guru,  di tambah saya merasa sangat tidak cocok saya yang seperti ini menjadi guru.




Sampai pada suatu hari,  saya mendapat tawaran menggantikan teman untuk "ngelesi" seorang anak TK. Awalnya, saya menerima karena untuk mengisi waktu kosong di semester yang sudah tua ini. Semester dimana mahasiswa hanya sibuk mencari judul,  ngerjakan proposal,  dll.  Hehe iya hanya -,-. Pikir saya kala itu,  "hallah wong,  masih Tk aja kok..  Gampanglah.  ".

Hari pertama,  sangat mengasyikkan karena hari itu hanya pengenalan dan bermain bersama.  Hari berikutnya dan berikutnya,  rasa tanggungjawab itu muncul.  Namanya anak kecil masih mempunyai mood yang berbeda setiap harinya. Kadang semangat, kadang males-malesan maunya hanya bermain,  bahkan kadang tidak mau  sama sekali. Nah disaat saat seperti itulah,  saya merasa ternyata menjadi guru TK tak semudah yang saya bayangkan.  Ada rasa tanggungjawab disetiap kali pertemuan.  Ada kepercayaan yang di berikan orangtuanya kepada kita untuk "mencerdaskan" anaknya.

Hal demikian mengingatkan memori 7 tahun yang lalu.  Teringat seorang guru yang mengajar saya dan kawan-kawan mata pelajaran akuntansi. Waktu itu, kami berkali-kali di terangkan tapi tetap saja gagal paham.  Sampai-sampai guru itu terus beristighfar di depan kita dengan mata yang terpejam.  Tergambar jelas di wajah beliau rasa merasa bersalah.  Sambil berfikir penyampaian dengan cara lain,  beliau terus beristighfar dan mulai untuk menerangkan kembali. Sudah paham nak?  Pertanyaan seperti itulah yang selalu ditanyakan berulang kali seusai ia menerangkan.  Kenapa guru itu menjelaskan materinya harus sampai paham?  Pikir saya kala itu,  dan pertanyaan itu terjawab saat ini.

Di tangan seorang guru ada sebuah tanggungjawab yang tak bisa diremehkan.  Tak semua profesi bisa merasakan rasa yang seperti ini. Ada rasa yang sangat bersalah saat kita tak mampu untuk membuat perbedaan atau peningkatan pada diri anak didik kita. Ada rasa untuk selalu ingin memperbaiki diri,  pola pikir dan metode.  Mengajar seorang anak TK,  tak semudah mengajari adik sendiri dirumah.  Rasa-rasa menjadi seorang guru sangatlah berbeda.  Satu kali lagi,  ada tanggungjawab di tangan kita.  Yang awalnya kurasa mengajar anak TK,  tak perlu belajar lagi,  toh hanya gitu-gitu aja.  Ternyata itu salah,  saya tetap harus belajar terlebih dahulu sebelum  pertemuan berikutnya.  Belajar metode belajar asyik,  belajar memahami mood seorang anak, belajar untuk membujuk anak untuk tetap semangat selama pelajaran dimulai, dan masih banyak lagi yang belum saya ketahui sebelumnya.  Banyak tantangan baru,  menurut saya.  Ternyata menjadi guru itu,  "mengasyikkan".

Semakin banyak tantangan yang kita terima,  semakin dewasa kita dibuatnya, semakin banyak hal baru yang kita dapatkan.  Ada tiga prinsip dalam hidup,  kata seorang teman saya, yakni : 1) Jangan pernah menolak tantangan dan kesempatan. 2) ceritakan mimpimu pada orang lain. 3) mintalah kepada kedua orangtua untuk selalu mendoakan kita.  (M. Abduh ellahny). Juga pesan Ustadzah saya waktu taklim,  "jadilah seorang guru nak..  Mengajar apapun itu.  Sesibuk apapun engkau nantinya,  sempatkanlah untuk mengajar. " ( ustadzah Hafshah).
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar