Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Nostalgia

 Oleh 
Intani Sholihah Hafizatul Husna
Pondok Pesantren Darun Nun Malang


Tahukah kalian hal apa yang menjadi moment yang susah sekali dilupakan dalam hidup saya? Hal itu adalah ketika saya tertatih-tatih berjuang untuk diterima di perguruan tinggi negeri. Namun, tak kunjung berhasil . Dan seketika itu saya harus menangis karena bingung hendak melanjutkan studi di mana. Entah di Luar daerahkah , atau entah dimana. Dan ketika aku harus tertatih-tatih berjuang dan seketika itu juga aku harus menanggung malu kepada kedua orang tuaku karena tak kunjung berhasil diterima. Aku hanya pernah lulus di Universitas Negeri Udayana, Bali. Tapi ayahku tak menyetujuinya jika aku harus mengemban ilmu disana. Bukan karena letak strategid dari kampus itu sendiri, tapi juga biaya hidup di Bali tergolong sangat mahal. Disamping biaya hidup yang mahal, Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Mungkin yang terlintas dalam benak ayahku Saat itu adalah Aku tidak bisa menjaga diri, dan tidak bisa menjaga iman . mungkin seperti itu . Tapi Dalam benakku yang terdalam adalah aku seakan tak rela jika melepas Perguruan Tinggi Negeri yang notabennya semua penjurusan yang aku inginkan ada disana. Tapi karena takut ilmu yang aku emban disana tidak baroqah maka aku mengikuti alur yang di rencanakan oleh orang tuaku. 
" Ketika itu aku laksana Buah Simalakama yang berada di tepi jurang, yang jika aku hendak melangkah maju maka aku akan jatuh ke dalam jurang, bahkan jika aku akan mundurpun begitu." Aku pun dengan pasrahnya mengikuti alur dari orang tuaku. Ayahku kemudian tanpa basa-basi membeli tiket Lombok - malang . Dan seketika itu ayahku pulalah yang menemaniku untuk daftar disalah satu Universitas negeri yang ada disana.
                                                                 ***
Tahukah kalian ketika aku harus mengikuti Tes perguruan tinggi tersebut yang lokasi tes nya di Universitas Brawijaya ayahku akan balik kelombok untuk mengajar, karena ayahku hanya meminta waktu 3hari untuk absen dari sekolah tempat ia menyebar luaskan ilmunya . Dan tahukah kalian ? Bagaimana perihnya hati dan sakitnya batin ketika aku harus di tinggal oleh orang yang terpenting dalam hidupku (orangtua) ketika akan berjuang?? Pernahkah kalian merasakannya? SAKIT . Karena kau tahu kawan? semua orang yang mengikuti tes di tempat itu di temani oleh ayah bunda mereka, sedangkan aku? TAK SEORANG PUN ! Aku hanya bisa meratap dan tahukah kalian kawan? ketika mengerjakan soal-soal air mataku seakan mengalir deras, entah kenapa ! waktu itu aku hanya punya satu alasan yaitu " RINDU SEMANGAT DARI ORANGTUA KU " .

Dan tahukah kalian kawan hal terberat yang aku lewati selanjutnya adalah aku jua tak kunjung berhasil di perguruan tinggi tersebut . Waktu itu aku hanya mencaci diriku sendiri.
              "sebodoh inikah aku tuhan? kenapa tak kunjung lulus? apa yang terjadi? kenapa aku menjaadi sosok makhluk yang sebodoh ini? kenpa? kenapa?"


Setelah melalui banyak proses aku kini melanjutkan studi di kampus hijau "Universitas Islam Malang"  yang disingkat UNISMA . Dan aku mengambil jurusan Biologi. Dari kisah jungkir balikku ini aku hanya ingin berpesan kepada kalian, yang minder atau tidak percaya diri untuk kuliah di perguruan tinggi swasta / non negri bahwa "  Universitas manapun akan tetap sama, kecuali diri kita yang duduk di sana yang mau meninggikan kualitas diri.
Soal sukses, itu dari diri kita.
Bukan ALMAMATERNYA. 







Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar