Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Resensi Cerpen Senyumlah, Selama Tak Perlu Penjepit Kertas


Karya fathi zahra
http://www.lokerseni.web.id/2013/01/cerpen-motivasi-senyumlah-selama-tak.html
Oleh Novia Anggraeni


Ray seorang  gadis sma yang masih belia dengan segala kegundahan yang dia rasakan setelah tragedi kecelakan yang telah menimpanya.Kecelakaan yang membuat dia terjun dari lantai 3 sekolahnya dan membuat kakinya patah . Kecelakaan itu pula yang membuat dia harus kehilangan kesempatan emas untuk ikut serta dalam festifal olahraga naisonal sebagai pemain bulutangkis perwakilan dari sekolahnya.  Setelah kejadian itu hari-hari ray tak luput dari linangan air mata, akan tetapi semua kegundahan dan kekasalanya tak pernah di ungkapkanya kepada mamanya karena dia sadar mamanya hanya seorang diri merawatnya. Namun tetap saja di luar dia tidak pernah bisa untuk menahan kekesalanya tersebut.

Saat ray merasakan semuanya begitu suram dalam setiap jengkal otaknya.dia menemukan sesorang yang dia rasa aneh yang mulutnya selalu penuh dengan kata-kata cinta, penuh harapan. Orang itu adalah zen sesorang yang murnya baru menginjak 20 tahun tapi telah menjadi seorang motivator dan menjadi penulis buku best seller . Dengan datangnya zen yang telah dia anggap sebagai abang ray mulai sedikit demi sedikit bersemangat dalam beraktivitas ray mulai mau untuk bersekolah lagi. Satu kalimat yang zen ucapkan sehingga membuat ray bisa menerima semua kemalangan yang menimpanya adalah “ menjadi bintang aku tak perlu kaki dan tangan yang sempurna, aku cukup punya api yang membara di dadaku”.


Suatu hari zen datang kerumah ray dengan penyangga kaki diketiaknya, rai menganggap bahwa itu hanyalah salah satu rencana zen untuk membuat ray tersenyum, akan tetapi zen membatahnya dengan ucupan bahwa hidup tak pernah berhenti meski sebagian penting darinya tak berfungsi  rai merasa tak paham dengan apa yang diucapkan oleh zen. Akan tetapi suatu hari akhirnya dia paham dengan semua yang telal di ucapkan zen dan arti akan tersenyumlah.selama tak perlu penjepit kertas.

Tema : Motivasi
Latar tempat : kamar, sekolah, rumah sakit
Latar waktu : pagi
Latar suasana : haru
Tokoh : ray dan zen
Watak tokoh : ray (mudah menyerah pesemis)
                       Zen (semnagat penuh motivasi)

Sudut pandang : orang pertama pelaku utama
Amanat : untuk tetap tersenyum dalam menghadapi masalah yang menimpa kita dan akan selalu ada tangan-tangan Allah yang akan menolong kita jika kita pandai bersyukur dengan keadaan.
Nilao moral: mengajarkan kita untuk tetap semangat dalam menjalani hidup jangan pernah untuk menyerah dengan segala keadaan yang menghalangi kita untuk maju terus demi keberlangsung hidup kita dan demi orang-orang yang kita sayangi.
Nilai sosial : jangan pernah merasa paling menderita
Nilai budaya : Berbaktilah pada orang tua jangan pernah membuat orang tua menangis.
Kelebihan : cerpen ini memberikan kaliamat-kalimat motivasi yang simple mudah dipahami dan tetap memberikan semangat untuk tegar dalam menghadapi masalah
Kekurangan : walaupun kalimat motivasinya simple dan mudah dipahami, ada beberapa dari kalimat – kalimat dari novel ini yang kadah sedikit tidak enak untuk dibaca mungkin pilihan diksinya kurang tepat.
Kesimpulan dari novel ini adalah menceritakan sebuah kisah motivasi dari seorang remaja yang tengah mengalami kegundahan dalam hatinya,berusaha untuk tetap tersenyum sebelum tersenyum itu susah.

malang, 19 september 2017

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
 Bukit Cemara Tidar
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar