Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Ketika Buku Tak Lagi dibuka

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Oleh : Cintia Dwi Afifa
Menulis sama membaca itu satu. Tak bisa dipisahkan. Mereka bilang, penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Menjadi penulis adalah hal yang saya citakan sejak dulu, sejak saya yang sangat membenci baca, bahkan buku. saya mencitakannya bukan tanpa alasan hanya saja tanpa kesungguhan. Hingga waktu sudah menyerah untuk menyaksikan saya yang begitu-gitu saja. Hidayah itupun akhirnya hadir, dengan cara yang tak pernah terduga. Kini saya sadar, tak ada penulis yang bukan pembaca. Tak ada impian yang terwujud tanpa kesungguhan.
Sekitar satu tahun lebih yang lalu, saya mulai aktif untuk untuk mengikuti seminar, bahkan diskusi-diskusi yang berhubungan dengan kepenulisan baik itu secara face to face atau bahkan online. Tak ada cara menulis, selain memulai untuk menulis. Sering kali saya jumpai, keluhan : sangat sulit untuk memulai sebuah tulisan. Lagi-lagi mereka mempunyai jawaban yang sama, tulis saja apapun yang ingin kita tulis. Menulis itu ibarat mengeluarkan, sedangkan membaca adalah asupan. Bisa saja kamu mengeluarkan tapi itu tak akan bagus, juga tak akan bisa lama (produktif), (lagi-lagi) menulis sama membaca itu satu, sepaket tak bisa dipisahkan- Faishal Syahreza. Penjelasan tersebut dituturkan oleh seorang penulis (Faishal Syahreza), di forum diskusi menulis via whatsApp jawaban dari pernyataan salah seorang anggota grup “Kak Aku suka banget Nulis, tapi tak suka baca”. Jika boleh saya ibaratkan, seperti tong yang berisi, jika isinya yang terus-menerus dikeluarkan satu persatu, tak lama tong itu akan kosong.
Beberapa hari terakhir ini, saya jarang sekali buka buku (baca : Membaca). Apapun alasannya memang tak bisa dibenarkan. Tapi percayalah teori kosongnya tong itu memang benar adanya. Benar-benar tak ada ide yang bisa (dengan lancar) dituangkan, bahkan hanya untuk bersua dengan ‘rekan diskusi’. Bahkan konon katanya, tulisan seseorang yang tak pernah baca itu tulisannya kaku dan juga tak mengalir, mengalirpun tak indah. Dan hal itu telah terbukti, dengan adanya tulisan ini. Berbekal dari keresahan hati, tulisan inipun tercipta. Bukan karena terpaksa, tapi memang benar-benar rindu. Karena, menulis itu candu. Tulisan ini bukan tulisan pertama, yang saya tulis akhir-akhir ini. Tapi ini tulisan ‘terbaik’ dari sebelumnya. Well, saatnya untuk memulai ‘lagi’ untuk sering membuka buku, membaca, dan membaca.

Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar