Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

GAUN PESTA (Impian seorang gadis)

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Oleh Nur Alfiyatul Hikmah 
(Malang, 15 September 2017)


Jika seandainya saya boleh menghayal setinggi-tingginya. Setiap saat menghadiri pesta yang mewah saya selalu memakai gaun pesta yang begitu indah dan sedap dipandang mata, tapi semua itu tidak mungkin terjadi, karena gemerlapan dunia tidak selalu dimiliki oleh penghayal layaknya diriku ini, dan pasti uang dari mana aku harus membeli gaun yang begitu mewah seperti yang ada ditivi, glamour serta bermakna sangat megah.

Tentu saja, saya tak ada sepeserpun untuk membeli dengan uang yang begitu banyak, keperluan yang lain masih banyak yang belum terpenuhi, tidak ada harapan yang lebih indah selain bisa memakan sesuap nasi dari pada gaun yang indah elok sedap dipandang mata. Sungguh khayalan ini semakin hari semakin surut, tapi, kadangkala khayalan ini menghampiri hati kecilku yang seolah tak mau mengalah demi sebuah gaun indah itu, untung saja dompet kosong tak bereceh ini mampu menahan semuanya dari godaan yang tak terkendali.

Astaga! Saya baru ingat bahwa diluar sana masih banyak yang membutuhkan sesuap nasi untuk anak, ibu, keluarga mereka yang sering ditemui dipinggir jalan, di samping kota dan dikolong jembatan. Mereka seakan-akan tak pernah membutuhkan gaun ataupun yang lainnya, mereka hanyalah membutuhkan sesuap nasi untuk mengganjal perutnya yang kian lama kian menipis karena terhalang oleh materi yang tak mereka miliki. Ucapan syukur dalam hati ini saat Sang Maha Kuasa mengingatkan saya ketika lampu merah, pengemis memohon agar para pengendara sepeda motor maupun mobil memberikan logamnya untuk mereka. Sungguh miris nasib mereka, sesak dada ini saat melihat mereka seperti itu, keinginan gaun pesta semakin tak ada, layaknya ada peringatan yang begitu dahsyat, disaat saya berhenti dilampu merah tadi pagi.

Gaun pesta itu, kemarin telah membuatku semakin gila. Nampaknya kegilaan ini akan berhenti sebentar saja, namun akan berlanjut dikemudian hari. Kadang saya merenungi apa yang menjadi khayalan saat ini, tak ada manfaatnya jika dipikir-pikir dengan otak yang jernih. Namun, nyatanya banyak yang memakai saat pesta berlangsung, inilah yang membuat saya ngiler tak karuan dengan berbagai macam gaun pesta yang dipakai oleh ibu-ibu sekarang yang tak lain istri pejabat, istri konglomerat yang uangnya tak akan habis dimakan dalam seabad.


Berkhayal boleh, tak usahlah terlalu tinggi. Saya teringat saya ini dalam kondisi yang terjepit, untuk makan saja harus mengeluarkan banyak keringat, apalagi untuk gaun pesta yang berjuta-juta itu. Ahh.. sudahlah biarkan gaun itu tetap dalam benak pikiran tanpa harus dijadikan kenyataan. Gaun Pesta itu akan tetap menjadi gaun impian untuk pergi kepesta-pesta yang indah elok dipandang mata.
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar