Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Cara Ampuh Menumbuhkan Imajinasi


Oleh:
Nur Sholikhah

            Imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. Setiap orang memiliki daya imajinasi yang berbeda-beda. Orang yang memiliki daya imajinasi yang tinggi cenderung menjadi orang yang kreatif dan inovatif. Dia mampu mengangkat hal yang kecil menjadi sebuah hal besar yang bernilai. 

            Pernahkah anda berimajinasi? Saya yakin semua orang sudah pasti pernah berimajinasi. Ketika masa kanak-kanak, kita sering membayangkan mau jadi apa kelak dewasa nanti. Kita membayangkan menjadi seorang dokter yang gagah dengan stetoskop menggantung di lehernya dan suntik di tangan kanannya. Kita membayangkan menjadi guru yang berdiri di depan kelas mengajar murid-muridnya dan semua bayangan-bayangan lainnya. Berimajinasi sangatlah menyenangkan bukan? 

            Imajinasi ada kalanya harus diberikan arahan dan perbaikan secara terus menerus agar dapat digunakan secara efektif. Imajinasi yang liar dan tidak terarah dapat memberikan ketidakmanafaatan untuk diri kita sendiri. Oleh karena itu dibutuhkan media penyaluran yang tepat agar imajinasi dapat menghasilkan hal-hal positif dan berguna untuk diri sendiri dan orang lain.

Leonardo Da Vinci, seorang pelukis yang terkenal lewat lukisannya Mona Lisa merupakan orang yang memiliki daya imajinasi yang kuat. Dia mampu mengoptimalkan kekuatan imajinasinya melalui berbagai karya seperti patung dan lukisan. Albert Einstein melatih imaji visualnya sejak masih duduk di sekolah dasar. Pada usia 16 tahun, ia menggunakan imaji itu untuk melakukan terobosan eksperimen otak yang mendasari ilmu pemecahan atom. Seorang novelis mampu menyalurkan imajinya  melalui cerita yang panjang dan beralur. Semua bayangan yang ada di dalam otaknya disalurkan melalui tulisan berupa cerita, sehingga mampu menghasilkan sebuah karya yang dapat memberikan manfaat kepada diri sendiri dan orang lain.

Tokoh-tokoh yang telah disebutkan merupakan orang yang memiliki daya imajinasi yang tinggi dan mereka dapat menyalurkannya dengan baik. Apakah kita dapat menjadi orang yang imajinatif seperti mereka? Adakah cara untuk meningkatkan daya imajinasi kita? Sebagian orang mungkin berpendapat  bahwa tingkat daya imajinasi seseorang sesuai dengan bakat yang sudah dimilikinya, sehingga mereka menganggap daya imajinasi tidak bisa ditingkatkan. Meski setiap orang memiliki daya imajinasi yang berbeda-beda, namun tidak ada salahnya kita mencoba meningkatkan daya imajinasi tersebut. Berikut beberapa caranya:

1. Kembangkan hobi

   Kita bisa mengasah daya imajinasi melalui hobi. Tekuni hobi yang kita miliki misalnya memasak, menulis, melukis, bermain musik dan lain sebagainya. Biarkanlah otak berimajinasi dan menikmati hobi itu.

 2. Pecahkan berbagai macam persoalan
     Pemecahan masalah juga membutuhkan imajinasi loh. Kita dapat berimajinasi dengan menggabungkan rasionalitas. Kita akan menemukan bahwa banyak solusi yang bisa diterapkan dengan melibatkan imaji yang kita miliki.

3. Banyaklah membaca

     Membaca suatu cerpen atau novel dapat membantu meningkatkan daya imajinasi kita. Ketika membaca sebuah cerita, kita pasti juga akan membayangkan gambaran kejadian secara langsung. Hal ini berhubungan dengan imaji visual yang berbentuk gambar-gambar dalam mata pikiran kita dan diproses oleh otak kanan.

4. Berkhayal

Kita pasti pernah melamun, entah di kampus, di tempat kerja atau bahkan di jalan. Melamun merupakan kondisi terputusnya pikiran seseorang dengan lingkungannya yang digantikan oleh khayalan tentang hal-hal yang menyenangkan. Melamun bisa mendatangkan manfaat, salah satunya ialah mendapatkan ide baru. Oleh karena itu, melamun mampu meningkatkan daya imajinasi kita. Tapi ingat ya! Bijaklah dalam melamun.

5. Menulis

    Jika kita ingin menulis sebuah paragraf deskriptif tentang suatu benda atau seorang manusia, kita pasti akan membayangkan bentuknya, teksturnya, warnanya dan lain sebagainya. Sambil berkhayal, tangan kita menulis gambaran apa yang ada dalam pikiran kita. Begitu pula ketika menulis sebuah cerita, kita akan membayangkan suasananya, raut muka para tokohnya, keadaan disekelilingnya dan lain sebagainya. 


Kelima cara tersebut merupakan sebagian kecil cara untuk meningkatkan daya imajinasi kita. Sebenarnya masih banyak cara lainnya yang lebih menyenangkan yang bisa anda temukan sendiri. Tumbuhkan imajinasimu dan latihlah untuk hal-hal yang positif. Berkhayal memang indah, maka bijaklah dalam melakukannya. Sediakan media untuk menampung dan menyalurkan imajinasimu. Selamat berimajinasi!
 





1


 Malang, 16 Agustus 2017
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar