Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Berbagi tak harus berlimpah

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Hutan Malabar Malang

OlehNur Alfiyatul Hikmah

Kebanyakan orang berfikir bahwa untuk berbagi kepada sesama haruslah memiliki uang banyak, harta berlimpah, rumah megah serta barang-barang yang mewah. Untuk berbagi kepada sesama tak usahlah menunggu uang banyak harta berlimpah ruah, kapan mau berbaginya kalau nunggu begitu? Rumus yang benar itu yakni Berbagi dahulu barulah kaya jangan membolak balikan rumus ya Kaya dahulu baru berbagi itu kurang benar. Semua orang pasti mengimpikan berbagai macam yang mewah-mewah sampai lupa dengan keadaan saudara, teman bahkan tetangga dekatnya yang seharusnya mendapatkan secuil makan minum yang layak. Tak usahkan kita mempermewah kehidupan kita di dunia cukup kita saling berbagi dengan sesama insyaallah di akhirat kelak akan dimewahkan olehNya dengan berbagai macam kekuasaanNya. Maha besar Allah.

Hal ini kadang menjadi hal spele bagi kita semua terutama saya pribadi. Banyak keinginan ini itu dan lainnya yang membuat kita lalai akan hal yang memang butuh untuk di beli dan yang tidak terlalu membutuhkan untuk dibeli. Demi ketenaran semua mau diborong agar semua tahu kalau dirinya lah yang memiliki semuanya, sampai-sampai ia lupa bahwa yang Maha Memiliki ialah Sang Maha Kuasa.

Allahu rabbi ampuni diri ini yang banyak sekali kemauan sampai kurang rasa syukurnya.

Mungkin bagi kita uang 5rb tak ada artinya tapi lihatlah kebawah uang 5rb bagi mereka yang kurang mampu sangat berarti untuk bertahan hidup. Menyia-nyiakan makanan juga hal spele yang sering kita kerjakan dalam keadaan tak sadar diri. Seandainya kita lihat di ujung dunia masih ada orang yang kelaparan bahkan belum makan. Miris ya yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin.
Padahal dalam alquran QS Al Hadiid : 7 yang berbunyi :
آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadiid : 7)

Ayat diatas menjelaskan bahwa harta ialah titipan Allah, jikalau Allah berkendak mengambil harta kita ya mudah sekali. Maka dari itu berbagilah sebelum semua harta diambil oleh sang pemilik segalanya.

Berbagi pula tak harus dengan harta, berbagi ilmu contohnya. Dengan mengamalkan ilmu tak akan habis ilmu yang kita miliki malah ilmu itu akan terus menancap pada diri kita. Andai saja ilmu tak pernah dibagi bayangkan saja sia"lah ilmu itu. Bisa jadi ilmu yang sudah kita peroleh dibangku sd sampai perkuliahan tak akan ada diotak kita. Ya jelas saja tidak ada lah tidak pernah kita bagikan. Sekarang jangan pernah berfikir Eman untuk berbagi. Berbagi dalam hal apapun itu. Karena Allah telah menjanjikan kalau 1 kali berbagi akan dilipat gandakan menjadi 10 kali lipat. Subhanallah. Allah tak tanggung" membalasnya.

Dengan berbagi pula kita memiliki banyak saudara teman. Toh tidak ada ruginya kita berbagi. Yuk mari dimulai berbagi dari diri sendiri tularkan kepada sesama. 
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar