Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

The Pacific Ring of Fire



Oleh Rofikatul Islamiyah
 
Indonesia merupakan salah satu negara yang dilewati jalur The Pacific Ring of Fire (Cincin Api Pasifik), yang merupakan jalur rangkaian gunungapi di dunia. Indonesia yang berada pada jalur ini memiliki 129 gunungapi aktif dan 80 gunungapi dinyatakan sangat aktif. Pada gunungapi terdapat 2 (dua) macam potensi bahaya yang mengancam yaitu bahaya primer yang berupa aliran lava, awan panas, lontaran batu pijar, dan hujan abu sedangkan bahaya sekunder berupa lahar dingin (Bronto, 1996).
Vulkanisme
Istilah vulkanisme berasal dari kata latin vulkanismus nama dari sebuah pulau yang legendaris di Yunani yang artinya suatu bentuk timbulan di muka bumi, pada umumnya berupa kerucut raksasa, kerucut terpacung kubah yang di akibatka oleh penrobosan magma dari dalam bumi. (Metahalemual, 1982).  

Jenis-jenis gunung berapi berdasarkan bentuknya
  1. Stratovolcano. Gunung berapi ini tersusun dari beberapa jenis batuan hasil letusan yang tersusun secara berlapis-lapis. Jenis gunung berapi ini membentuk suatu kerucut besar (raksasa) dan terkadang bentuknya tidak beraturan
  2.  Perisai. Gunungapi jenis ini berbentuk landai dan sedikit menggelembung. Contohnya gungan Mauna Loa di Hawai. 
  3. Cinder Cone. Gunung jenis merupakan gunungapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkaniknya menyebar di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Gunung jenis ini jarang yang mempunyai tinggi di atas 500 meter dari permukaan tanah sekitarnya 
  4. Kaldera. Gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat sehingga melempar ujung atas gunung dan membentuk cekungan. (Hartuti, 2009).
Jika dilihat dari jenis-jenis bentuknya maka di Indonesia memiliki dua junis gunungapi yakni, kaldera dan stratovulkano. Contohnya untuk kaldera adalah gunung Bromo, Krakatau dan anak gunung Lemongan di Probolinggo dan lain sebagainya. Sedang yang bentuk stratovucano contohnya adalah gunung Merapi, Semeru dan  Sinabung dan lain-lain. 
 
Material Yang Dihasilkan Dari Gunungapi
Dari letusan gunungapi maka menghasilkan material yang diakibatkan oleh letusan tersebut, antara lain:
  • Lava merupakan cairan larutan silica pijar yang mengalir keluar dari dalam bumi melalui kawah gunungapi atau melalui celah patahan yang sumbernya membentuk aliran seperti sungai melalui lembah. 
  • Awan panas, terdiri dari batuan pijar yang bersuhu tinggi lebih dari 6000C. 
  • Aliran piroklastik atau abu vulkanik adalah bahan vulkanik yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan sampai radius 5-7 km dari kawah dan yang berukuran halus dapat jatuh sampai ratusan km - ribuan km. 
  • Gas vulkanik adalah gas yang dikeluarkan saat letusan, umumnya terjadi saat letusan freatik seperti SO2, N2, NO2 dan lain – lain.
  •  Aliran lahar terjadi pada suhu gunungapi yang baru meletus sehingga banyak material yang terlepas dipuncak terhanyut bersamaan batuan lama disekitar lembah yang mengalir dan merusak tempat yang dilewatinyadan kemudian di endapakan.
Dampak Positif Gunungapi
Dengan banyak mata air disekitar gunungapi dan lebatnya hutan akan membentuk suatu lingkungan yang sejuk dan bermanfaat pada lingkungan hidup disekitarnya yakni membentuk perkebunan, persawahan dan pemandangan yang indah. Selain itu, pemanfaatan sumber daya gunungapi secara langsung maupun tidak langsung diantaranya.
  • Pemanfaatan sumberdaya hutan industry dan perkebunan
  • Pemanfaatan bahan galian hasil material gunung
  • Pemanfaatan sumberdaya panas bumi  
  • Pemanfaatan komoditi gunungapi unuk pariwisata. 
Dampak Negatif Gunungapi
Selain membawa dampak positif, gunungapi bila sedang meningkat bisa menjadi bencana yang sangat merugikan. Pada saat meletus gunung menyemburkan guguran awan panas yang biasa disebut wedhus gembel. Secara ilmiah wedhus gembel merupakan suspensi gas vulkanik dengan material padat yang terdiri dari abu hingga bongkahan-bongkahan batu besar yang mempunyai temperature tinggi meluncur menuruni lereng gunung dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam yang dapat merusak apa saja yang dilaluinya. (Wisesa, 2010)
Fenomena tersebut menggambarkan kekuasaan dan keagungan Alloh SWT yang berfirman dalam QS. Al- Waqi’ah ayat 5:
بَسًّا الْجِبَالُ وَبُسَّتِ ﴿ ٥
Artinya: Dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya

Dan Alloh juga menjelaskan dalam QS. Al-Qori’ah ayat 5:
الْمَنفُوشِ كَالْعِهْنِ الْجِبَالُ وَتَكُونُ ﴿٥
Artinya: dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
Dari ayat-ayat diatas mendorong umat islam untuk melakukan aktivitas ilmiyah, merenung dan memikirkan fenomena alam yang penuh misteri dan keajaiban sebagai pertanda adanya Sang Pencipta yakni Alloh SWT.
Jika dilihat dari tingkat keaktivan, gunung Merapi terkenal sebagai gunungapi teraktif di dunia. Karakteristik erupsinya bersifat aktif permanen, yaitu guguran kubah lava atau lava pijar yang membentuk aliran piroklastik (awan panas) atau “nuee ardentes”. Kejadian ini dapat terjadi setiap saat, baik yang dipicu oleh tekanan dari dalam pipa kepundannya ataupun akibat gaya gravitasi yang bekerja pada kubah lava yang berada dalam posisi tidak stabil pada dasar kawah lama yang miring.
Sungguh menakjubkan permukaan bumi ini, dengan gejala vulkanisme dan produknya kerap kali menimbulkan kesan-kesan religius. Letusannya yang dahsyat dengan semburan bara dan debu yang menjulang tinggi, atau keluar dan mengalirnya bahan pijar dari lubang dipermukaan, kemudian bentuk kerucutnya yang sangat mempesona, tidak mengherankan apabila dimasa lampau dan mungkin juga sekarang masih ada sekelompok masyarakat yang memuja atau mengkeramatkannya seperti halnya di pegunungan Tengger (Bromo) di Jawa Timur.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar