Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

"Sehatkah Hatimu ?"

Oleh :
Nur Alfiyatul Hikmah
Jika berbicara masalah hati panjang urusannya. Menghabiskan banyak waktu untuk menjelaskan hati yang terbungkus oleh daging serta diselimuti berbagai macam organ lainnya.

Kisah Bos dan 3 Karyawan dibawah ini akan menjelaskan hati seseorang yang sesungguhnya sesuai dengan kehidupan sehari-hari yang banyak dijumpai disekeliling kita.

"Suatu ketika diperusahaan besar yang megah terdapat ribuan pegawai yang menempati tempat kerja diperusahaan yang megah tersebut, perusahaan ini memiliki bangunan yang luas dinding yang kokoh dan berbagai macam karakteristik karyawan yang bekerja disana.

Salah satu karyawan yang terkenal disana yakni bapak A, Bapak B dan Bapak C yang menjadi tangan kanan bos yang begitu dipercaya oleh bos pemilik perusahaan itu. Bos yang penyabar membuat ketiga bapak tersebut merasa nyaman dan tenang ketika perusahaan dipimpin olehnya. Namun saat terdapat sedikit kesalahan bos akan menegur ketiga bapak itu, dan menasehatinya.

Selang beberapa hari terdapat laporan tentang keuangan yang dirasa bos ada beberapa kecurangan di perusahaannya itu. Tak pikir panjang bos langsung bergegas keperusahaannya dan menemui ketiga orang kepercayaannya. Bicaralah si bos dengan sedikit nada tinggi di depan tiga karyawan kepercayaannya karena saking kesalnya si bos mendapat laporan bahwa kecurangan di perusahannya.

Bos : Bagaimana ini laporan keuangan kok bisa begini, kalian gimana mengurus perusahaan saya?
(dengan wajah menatap kepada ketiga karyawannya)

dengan spontan di C menjawab dengan lemah lembutnya
Karyawan C : Iya bapak kami salah, Jadi begini bapak kami bertiga sudah memaksimalkan kerja kita disini pak, namun di luar sana barang-barang memang harga sudah melonjak mahal, kita mau menjelaskan kepada  bapak namun bapak jarang sekali mengunjungi perusahaan jadi kita mau ngadain rapat susah pak (begitu polosnya si C sampai-sampai ia merendah di depan bapak bosnya)

tak lama kemudian si B menyerobot C dengan nada ganas
Karyawan B : Gimana sih bapak ini datang-datang keperusahaan tiba-tiba marah tanpa menanyakan dahulu apa yang sedang terjadi.

Setelah Karyawan C menjawab dilanjut di jawab oleh karyawan A
Karyawan A : Loh bapak begini sesungguhnya kami bertiga tidak ada sangkut pautnya dengan kecurangan yang dilaporkan oleh pihak bendahara pak, kami juga tidak tahu soal kecurangan itu. Mohon ya pak koreksi dulu jangan asal mara di depan kita.

Mendengar penjelasan ketiga karyawannya pak bos mulai sedikit lega mendengar penjelasan si C namun pak bos tidak terima dengan penjelasan si B yang menyalahkan bapaknya dan bapak bos sedikit menerima kritikan dari si A.

Dengan adanya permasalahan ini Pak bos sadar siapa karyawan yang memang bekerja demi dirinya dan karyawan yang hanya bekerja demi uang.

Alhasil dari cerita diatas dapat diketahui bahwa setiap manusia memiliki berbagai macam Hati yaitu ada Hati yang Mati, adapula Hati yang Sakit dan ada Hati yang Sehat. Dari ketiga karyawan di atas ketika di marahi oleh bos nya terlihatlah mana hati yang Mati, Sakit dan Sehat. Si C memiliki hati yang Sehat kenapa hatinya C sehat karena si C jika di marahi tetap saja ia merasa tenang dan mengkondisikan ucapan maupun tindakannya serta ia jika disalhkan mau menerima dan selanjutnya menjelaskan yang terjadi sesungguhnya, berbeda dengan si B yang hatinya Sakit ia tak mau tahu apa yang dikatakan oleh si Bos seharusnya si B intropeksi diri atas tuduhan yang diberikan oleh bos nya jangan asal jawab gatau saja tanpa mempertimbangkan perasaan bosnya, apalagi si C yang hatinya Mati ia tak mau disalahkan ia hanya ingin dirinya aman dan kesalahan bukan terdapat pada dirinya.

Begitulah kondisi hati pada setiap manusia, Termasuk manakah kita?
 Hati yang sehat seharusnya mau menerima Nasihat

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar