Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Seabad Lebih Tiga, Malangku Tercinta







­oleh: Indah Nurnanningsih­

Pondok Pesantren Darun Nun Malang


Langkah kaki beruntai abdi
Berantas nyali atas Walanda
Merebut kuasa atas citanya
Di hentakan bumi dingin itu,
Bukan sembarang kaki!
Alas baja melupukinya
Ceceran merah menapakinya
Namun?
terbungkam
Membentuk opera
Pada mesin penunggu waktu
Di medan Pahlawan TRIP

Dalam ruai kucecwaranya
Malangku, martabatku
Telah seabad dalam genggaman
Takkah kau tak genggam?
Tugunya yang membuana
Cakar singanya yang kian merajalela
Mengantero sejagad Indonesia
Juga para pribadinya
Telaah jadi satu jiwa

Dalam lebihnya abad manusia
Sampai kurun yang tak pasti
Ia ‘kan terlekang
Tak dapat disinggahi
Namun tidak tuk satu kosong tiga
Kan tetap di hati
Di putaran seratus lebih tiga
Tetap saja kan disinggahi!

Kotaku, kotamu, kota kita
Semilirnya menghapus luka
Pada bunga balaikota
Pada alun jalanan
Juga pada masker seni
Penggalah cagar budaya

Angkat gemilangnya,
Kokohkan tiang adipura,
Tebar seruai serbuk damai
Bagi seantero Malang raya

Dalam seabad lebih tiganya
Makin kaya, makin berjaya
Makin ruai, makin tengarai
Sampaikan pula kepada Abah
“Ini kota paling kucinta”

Malang,  April 2017


( Puisi HUT Kota Malang ke-103 )
 


Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar