Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MELIHAT FULLDAY SCHOOL DENGAN KEDUA MATA

Oleh : Dyah Ayu Fitriana

Hasil gambar untuk full day school photogra

Penerapan Fullday School atau perpanjangan jam sekolah mulai 07.00-15.30 menjadi perbincangan yang cukup panas beberapa bulan terakhir. Mulai banyak bermunculan artikel yang mengkritisi kebijakan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi ini. Mulai dari ketidakefektifan kondisi belajar mulai pukul 13.00, waktu istirahat dan bermain anak yang terkurangi, sampai interaksi dengan keluarga sebagai agen pembentuk karakter menjadi tidak maksimal. Beberapa poin lain juga banyak dijabarkan untuk menkritisi kebijakan baru ini.

Namun demikian, keputusan Muhadjir terkait penambahan jam pelajaran di sekolah tentu bukan tanpa pertimbangan. Beberapa hal yang menggiring pada keputusan tersebut berada pada pencegahan akibat buruk pergaulan anak. Pergaulan buruk ditakutkan berada pada waktu sepulang sekolah ketika orang tua masih bekerja. Pergaulan yang salah akan menyebabkan anak menjadi liar sedangkan pada jam-jam tersebut orang tua tidak dapat mengontrol, sehingga sekolah diharapkan bisa berperan aktif menggantikan posisi orang tua.

Alasan selanjutnya yakni memanfaatkan jam-jam sekolah yang ada sebagai pengganti kegiatan di rumah. Kegiatan mengaji dapat dimasukkan pada jam sekolah. Selain itu PR juga dapat diselesaikan di rumah.

Usulan Fullday School dari Muhadjir tersebut telah disetujui oleh Presiden RI , Jokowi. Mengenai hal ini Jokowi penekankan agar Fullday School bisa menjadi solusi bagi pembenahan karakter anak bangsa. Dijabarkan pada nasional.sindonews.com bahwa Jokowi khawatir nilai-nilai karakter bangsa Indonesia kian lama semakin luntur. Saling hujat, menghina, dan mengolok-olok sudah banyak terlihat dilakukan para nitizen di sosial media. Untuk itu Jokowi berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI bisa menambahkan pendidikan etika, budi pekerti dan sopan santun dalam jam-jam ekstranya.

Faktanya, saat ini sekolah sekolah di kota-kota besar seperti jakarta, surabaya, malang sudah menerapkan Fullday School. Melakukan kritik sana sini tidak akan memberikan dampak yang berarti. Lebih dari itu memikirkan cara yang tepat untuk mengefektifkan Fullday School bisa menjadi solusi bagi banyak pihak.
Solusi-solusi cerdas dan kreatif dibutuhkan untuk mewujudkan harapan terciptanya SDM yang berakhlak baik dan terhindar dari pengaruh buruk lingkungan yang salah. Harapan besar yang dititipkan pada pundak tiap sekolah.

Pondok Pesantren Darun Nun
Perum Bukit Cemara Tidar blok F3 No.4
www.darunnun.com

www.darunnun.com

www.darunnun.com

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar