Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Sifat Cahaya, Menjadikan_nya Misteri



Oleh Rofikatul Islamiyah

Pagi yang cerah, cahaya sang fajar menyusup dalam setiap sela dalam gedung ini. Membuat yang didalam terpesona akan baying-bayang yang ada diluar ruangan. Sambil menunggu hidupnya computer, kupandangi tabung-tabung cahaya itu, menerpa dari setiap yang melewatinya. Fikiran ini, teringat akan matakuliah tentang cahaya, dimana cahaya memiliki beberapa sifat seperti memantul, membias, polarisasi dan tramsmisi. Sungguh mengagumkan.

Siluet itu, sepertinya saya tahu. Gumamku. "Ah, jelas saya tahu. Kan ini kantor otomatis si siluet itu bayangan dari salah seorang rekan disini, jadi jelas saya seperti tahu. Tapi, kok ada yang mengangjal ya?" Lanjutku dalam gumaman. "Ah, hanya perasaan aja kali". Segera ku tepis lamunan itu. Ku hidupkan komputer, lihat jadwal tugas dan segera ku kerjakan tugas-tugas yang deadline hari ini.

Delapan jam dalam sehari kuhabiskan hanya dengan tugas, namun masih ada waktu makan dan sholat. Dengan keadaan hanya di depan komputer, tanpa interaksi. Ah sungguh membosankan. Sesekali ku dengarkan musik mulai lagu barat, Arab, India, pop Indonesia, Korea sampai Jepang. Ya begitulah hari-hariku. Belum ada yang spesial yang bisa ku berikan untuk sekitar. Setengah hari kulewati dengan tumpukan tugas-tugas kantor. Saatnya sholat dan makan siang. Seperti biasa kita berkumpul makan di teras bagian tengah kantor seraya menikmati hembusan angin yang melambaikan dedaunan dari tiga pohon mangga yang berjajar di tengah-tengan bangunan. Begitu menyegarkan, jelas saja. Disiang hari adalah waktu dari tumbuhan berfotosintesis, menyerap CO2 dari sekitar dan mengeluarkan O2 sehingga udara kembali pada seterilisasi. Proses ini kembali melibatkan sang cahaya. Kesekian kali ku terhipnotis oleh cahaya, rasanya ingin kembali ku mempelajarinya bersama teman-teman dengan merumuskannya dalam bentuk symbol yang rumit namun menyenangkan. Menggambarkannya dalam garis-garis spectrum yang semakin memudar saat keluar dari ruang yang lebih terang.

Selai istirahat, kita kembali pada meja masing-masing. Tak lama, saat saya baru duduk di depan komputer dan . . .
"Craak craak...."
Disaat semua mulai hening tiba-tiba ada suara, kita semua tertuju pada sumber suara. Di depan pintu dekat tempat sampah seseorang menginjak sterofom bekas wadah makan siang kita. Ya orang itu mirip dengan siluet tadi pagi, tapi kali ini jelas dia adalah seorang programer di kantor kita. Saat mata tertuju padanya, ku ingat siluet tadi pagi itu memang jelasa mirip dengan seseorang yang datang dalam mimpiku semalam. Namun ku tak yakin jika siluet itu sama dengan seorang programmer itu. Rasanya hanya mirip. Tapi dari sekian banyak orang yang terdapat di kantor ini, dialah yang paling mirip dengan siulet itu.

kenapa Ran? Tanya Meta
eh, gak kok. Jawab ku singkat.
Dia mengagetkanku.
kaget ta kamu? Tanya Meta lagi.
gak juga ko. Jawabku sesingkat tadi.
terus kenapa kamu mlongo gitu? Tanya Meta penasaran.
hehehe iya ta? Gak kok. Cuman kepikiran tugas pondok aja. Jawabku alas an.

Bukan masalah mlongonya sekarang. Tapi aku sendiri penasaran, mimipi tadi malam itu mulai ku ingat-ingat. Ya, sangat jelas kalau siluet pagi ini adalah sosok yang tadi malam ada dalam mimpi. Sosok yang sepertinya sudah akrab dengan keluargaku. Bahkan, keluargaku tak melarang kita berdua dalam satu ruang. Seperti saya sepenuhnya milik dia, tapi? Saya tak pernah merasa menikah sebelumnya. Disisi lain, kenapa orang siluet itu mirip dengan salah satu teman kantorku yang notaban nya saya sendiri saja tidak begitu kenal, apa lagi keluarga. Ah,, kejadian apa ini?

ya, ini hanya kebetulan, atau ini kesalahan bahwa bukan dia dalam mimpi ataupun siluet itu. Ku yakinkan hati dan fikiran.

Jemariku terus menari-nari di atas keyboardku. Sembari memfokuskan fikiran pada pekerjaan, yang beberapa menit lalu telah teralihkan. Namun, tetap saja kejadian itu menyita hampir 80% fikranku kali ini. Waaah apa-apaan ini. Energy terbuang hanya karena siluet misteri itu.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar