Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Sarapan Pagi dengan Mengkaji Mukhtaarul Ahaadiits '"Enam Perkara yang Menghapus Pahala" Bersama Ustadz Thariquddin


Oleh Evi Nurjanah

Terdapat sejumlah 32 Hadist dengan awalan huruf *س* di dalam buku kumpulan hadits-hadits pilihan ini.  Salah satu hadits pada rentetan huruf tersebut adalah hadist tentang perkara yang menghapus pahala, redaksinya adalah sebagai berikut:

_"Ada enam perkara yang menghapus pahala, yaitu menyibukkan diri dengan aib-aib orang lain; berhati keras; mencintai dunia; sedikit malu; panjang angan-angan; dan perbuatan aniaya yang tak berkesudahan. (Riwayat al-Dailani melalui 'Addi ibnu Hatim)"_

Enam perkara yang dapat menghapus pahala sesuai hadits tersebut merupakan perbuatan yang dapat mendatangkan mudharat bagi diri seseorang. Pertama, menyibukkan diri dengan aib-aib orang lain, ketika sesorang lebih banyak memikirkan perbuatan buruk dari sesamanya, maka ia akan lupa dengan kelurangan-kekurangan pada dirinya sendiri. Sehingga semasa hidupnya leebih banyak ia gunakan untuk mengkritik orang lain dan sedikit waktu untuk memperbaiki maupun bermuhasabah diri.

Kedua, berhati keras, merupakan perbuatan hati yang mampu menyederhanakan rasa kasih dan sayang terhadap sesama. Selain itu, berhati keras dapat dicirikan juga dengan minimumnya rasa empati terhadap kehidupan sesama dan acuhnya aeseorang terhadap saran-saran baik yang orang lain berikan kepadanya. Ketika orang lain memberikan saran kepadanya, ia lantas menolak dan berpegang teguh pada pendapatnya, meskipun pendapatannya kurang benar atau bahkan tidak sesuai syariat Islam

Ketiga, Mencintai dunia, pada kajian ini dijelaskan oleh Ustadz Thariq bahwa dunia itu umpama setetes madu dengan semut. Ketika semut merasakan madu kemudian ia pergi, maka ia selamat. Namun ketika semut tersebut merasakan madu kemudian ia merasa kurang sehingga ingin mencoba lagi dan lagi, maka jika terlalu banyak ia merasakannya, semut tersebut akan lengket pada madu. Inilah yang dimisalkan hubbu ad dunya atau mencintai dunia secara berlebihan. Artinya, dunia itu penting, namun jika berlebihan hingga menuhankan dunia, maka hal tersebut akan membahayan diri sendiri, salah satu contohnya adalah terlalu sibuk mengejar dunia sementara perbuatan akhiratnya ia lalaikan.

Keempat, Sedikit malu, malu disini diperuntukkan perbuatan yang dilarang oleh Allah. Ketika seseorang sudah tidak malu melakukan larangan-larang syariat, maka hati akan kebal dan terbiasa dengam perbuatan maksiat.

Kelima, Panjang angan-angan, yakni terlalu berlebihan dalam memikirkan amalan-amalan jangka panjang. Perbuatan tersebut akan membuat seseorang untuk fokus pada impian impian amalan di masa depan dengan tidak menyegerakan amalan amalan baik yang bisa dikerjakan saat ini juga. Sehingga terkesan orang tersebut meremehkan perbuatan baik yang dihapkan serta dapat ia kerjakan  pada masa sekarang.

Keenam, Perbuatan aniaya yang tak berkesudahan. Melakukan aniaya dapat menutup hati dan menyebabkan hati kebal untuk melakukan hal tersebut. Semakin banyak perbuatan aniaya yang dilakukan maka kedamaian pada diri seseorang juga akan berkurang, serta rendahnya rasa kasih sayang terhadap sesama.

Pondok Pesantren Darun Nun
Bukit Cemara Tidar, Blok F3 No. 4


Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar