Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Aturan Sederhana Untuk Bahagia (1)


Oleh:
Nur Sholikhah

Bahagia adalah suatu keadaan dimana hati dan perasaan merasakan suatu kenikmatan, kesenangan, kepuasan, ketenangan dan ketentraman. Semua orang pasti ingin bahagia dan mereka berlomba-lomba untuk menggenggamnya. Bahagia itu relatif, karna setiap orang mempunyai persepsi tersendiri untuk bisa merasa bahagia. Kata orang bahagia itu sederhana, iya memang benar bahagia itu sederhana bahkan sangat sederhana. Rasa bahagia itu tercipta dari hati kita sendiri, bukan karena ajakan orang lain.

Mengapa bisa seperti itu?



Jawabannya adalah karena yang mengontrol semua perasaan adalah diri kita sendiri terutama hati. Kita buat contoh yang sederhana, jika hujan tiba apakah semua orang akan merasa bahagia? Apakah mereka masih menganggap bahwa hujan itu membawa berkah? Jawabannya adalah TIDAK. Semua orang memiliki perasaan tersendiri saat hujan datang. Perasaan bahagia atau tidak itu muncul dari kondisi hati seseorang. Orang yang hatinya sempit dan dipenuhi kecemasan akan merasa bahwa hujan itu dapat menghambat aktivitasnya, sehingga ia sangat kesal saat hujan datang. Namun sebaliknya, orang yang mempunyai hati yang lapang dan tenang akan bersyukur karena dengan datangnya hujan maka hawa sejuk  akan hadir di lingkungan sekitarnya dan ia bisa berdoa dengan khusyu’ karena saat hujan tiba adalah salah satu waktu yang baik untuk berdoa.


Lalu bagaimana aturan untuk bahagia itu?


“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".(QS.Ibrahim:7)


            BERSYUKUR, ada sebuah kata mutiara yang sering kita baca di sosial media “bukan bahagia yang menjadikan kita bersyukur, melainkan bersyukurlah yang membuat kita bahagia”. Kata-kata ini sangat tepat menurut saya. Memang bersyukurlah yang membuat kita bahagia, bukan sebaliknya. Misalnya ketika musibah gempa bumi menimpa sebuah wilayah dan kita adalah salah satu korbannya. Gempa itu menyebabkan semua bangunan roboh tak terkecuali rumah kesayangan kita. Dari peristiwa tersebut, perasaan yang muncul adalah sedih. Namun disini kita masih bisa memunculkan rasa bahagia. Bagaimana caranya? Dengan bersyukur. Iya dengan tetap mensyukuri apa yang sudah terjadi dan berpikirlah secara luas. Kita bersyukur karena keluarga kita masih dalam keadaan yang baik meskipun rumah yang kita bangun dengan susah payah sudah roboh. Kita bersyukur karena diri kita masih diberi nafas dan kesempatan untuk bisa beribadah kepada-Nya lagi. 


             Dalam contoh di atas, jika kita ingin merasa bahagia maka kita harus bersyukur. Bersyukur adalah salah satu aturan dalam kebahagiaan. Dengan bersyukur hati akan menjadi tenang dan dapat menerima semua kenyataan dengan lapang dada. Semakin banyak kita bersyukur, semakin banyak pula tambahan nikmat yang akan kita peroleh.






Pondok Pesantren Darun Nun Malang
BUKIT CEMARA TIDAR F3 NO.4 MALANG
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar