Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Aturan Sederhana hntok Bahagia (2)


 Oleh
Nur Sholikhah 




                Masih berlanjut dengan topik yang sama yaitu kebahagiaan. Bahagia memang selalu dicari oleh semua orang, dia dikejar sekencang mungkin, namun tidak semua orang dapat meraihnya. Hanya orang-orang tertentu yang mengerti konsep bahagia yang mampu menciptakan atau meraih rasa bahagia itu sendiri. Oleh karena itu, ada beberapa aturan yang harus kita patuhi untuk meraih rasa bahagia. Aturan pertama yang pertama adalah bersyukur, dimana aturan tersebut sudah dibahas pada link berikut ini http://www.darunnun.com/2017/03/aturan-sederhana-untuk-bahagia-1.html. Selanjutnya aturan yang kedua ialah membebaskan diri dari rasa benci.

Bebaskan diri dari rasa benci

Dari Anas r.a., bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Janganlah engkau semua saling benci-membenci, saling dengki-mendengki, saling belakang-membelakangi dan saling putus-memutuskan - ikatan persahabatan atau kekeluargaan - dan jadilah engkau semua hai hamba-
hamba Allah sebagai saudara-saudara. Tidaklah halal bagi seseorang Muslim kalau ia meninggalkan - yakni tidak menyapa - saudaranya lebih dari tiga hari." (Muttafaq 'alaih)


Benci merupakan suatu perasaan tidak suka atau ketidak tertarikan seseorang terhadap sesuatu. Kita sebagai makhluk sosial yang hidup bermasyarakat pasti pernah memendam rasa benci tersebut. Setiap hari kita menjumpai kejadian-kejadian yang membuat kita begitu kesal. Entah itu saat di kampus, di sekolah, di kantor , di rumah bahkan di jalan raya dan lain sebagainya. Terkadang timbul rasa benci kepada orang lain atau kesal dengan semua kegiatan yang ada. Semua itu berlalu dan terus berlalu, bagaimana rasa bahagia itu datang jika sedikit-sedikit kita merasa kesal atau membenci apa yang sudah terjadi. 

Lalu bagaimana cara untuk membebaskan diri  dari rasa benci? 

Pertama adalah dengan bersabar, bukankah Allah sudah berfirman dalam surat Al-Baqoroh ayat 153 yang memerintahkan untuk menjadikan sabar sebagai sebuah penolong dan Dia menyatakan bahwa diri-Nya selalu bersama dengan orang-orang yang sabar. Kedua, perbanyaklan berdzikir. Dengan selalu mengingat Allah maka waktu yang kita gunakan tidak akan disibukkan dengan memikirkan kesalahan orang lain yang dapat menimbulkan rasa benci. Sehingga hati kita akan menjadi lebih tenang dan damai. Selanjutnya, jadilah orang yang pemaaf, ikhlas dan tawakkal.

Lepaskanlah semua rasa kesal dan benci itu dengan melakukan hal-hal di atas, perlahan-lahan mulailah menerima dengan hati yang lapang. Lakukan kegiatan anda dengan senang dan sepenuh hati, meski semua terasa begitu berat dan melelahkan. Rasa benci tak kan pernah bisa menumbuhkan kebahagiaan, rasa benci hanya akan mempertajam luka di hati. Bebaskan dirimu, lepaskan semua rasa bencimu dan berbahagialah!




Pondok Pesantren Darun Nun Malang
BUKIT CEMARA TIDAR F3 NO.4 MALANG
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar