Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Upgrade Or Be Deleted

Oleh Rofikatul Islamiyah
Dewandaru, 20/02/2017


Kesehatan adalah kesejahteraan jiwa raga. Ketika jiwa  bermasalah, maka sangat mungkin bahwasannya raga akan rapuh. Karena keduanya merupakan kesatuan yang tak dapat di pisahkan satu sama lain. Kita tahu, dari organ-organ yang ada dalam tubuh ini yang paling mempengaruhi kekebalan jiwa adalah segumpal darah beku yang sering kita gambarkan dengan “Love”. Jika sudah organ tersebut yang terjangkit virus, semua data-data kekebalan tubuh akan terdeteksi secara cepat. Pengobatan apapun yang di berikan pada raga tak mampu di tanggulagi, apa lagi di obati. Satu-satunya cara adalah bersihkan virus itu, selajutnya berikan obat-obat yang dibutuhkan. Sangat banyak rasa virus yang sering menjangkit organ tersebut, tapi semua itu bisa di manage oleh si pemilik. Apalagi virus merah jambu yang paling popular dikalangan remaja atau bahkan orang dewasa.
Menurut Furqon Setia Kholid
Jika kita salah "klik" cinta,
Mudah sekali untuk menghentikan perasaan yang terlanjur kena "virus" merah muda.

Cobalah berhenti meng"install" apa lagi meng"upgrade" rasa itu.
Dan mulailah untuk men"delete" rasa cinta itu,
Kalaupun susah, "un friend" saja rasa cinta itu dengan sungguh-sungguh.

Kalau masih susah juga? cobalah untuk "blokir" rasa cinta itu, dan biarkan waktu yang "processing" untuk menghapus lukanya.
Meskipun "loading" nya lama

Sahabat, sebetulnya move on itu mudah,
Hanya saja kita sendiri yang suka buat susah.

Ingin move on darinya,
Tapi susah banget buat melangkah mengikhlaskannya.

Ingin lupa darinya,
Tapi masih sibuk memikirkan nasibnya. Jika bertahan hanya akan membuat dirimu terluka karena cinta yang tak seharusnya, untuk apa?


Jadi pada dasarnya si virus itu bisa di torelir oleh si pemilik. Dengan cara dan kata sebijak apapun tak kan mampu mengobati ketika si pemilik organ tak pernah mau mengobatinya.  Parahnya, karena terlalu menikmati penggerogtan virus itu maka, kian hari dia berhasil memporak-porandakan jiwa . Kehancuran itu semakin terlihat jelas pada raga. Dan kau masih setia mengorek-ngorek kenangan bersamanya. 

Kata usaha dan move on mu hanya di bibir saja. Dengan  sangat jelas kau tak pernah mengikhlaskan taqdir Tuhan. Kau menyalahkan keadaan bahkan dirimu sendiri sebab cinta yang kau anggap benar. Bukankah kau sangan tahu, cinta yang benar hanya setelah pernikahan? Selain itu….. bulsyit bahkan nafsu belaka.

Kau yang semakin hari semakin menikmati keterpurukan itu, meng –upgrade segala yang bersangkutan dengannya. Tak sadarkah kau, coba kau fikirkan dalam sehari ada 24 jam. Berapa  jam kau buat kebaikan? Berapa jam kau buat membaca kalam Ilahi? Dan berapa jam kau buat merenungkan hal-hal yang mungkin hanya akan memperdalam luka itu? Mempercepat penyebaran virus itu?  

Sahabat, sampai kapan waktumu akan kau gunakan untuk hal-hal yang sudah jelas banyak mudhorotnya? Yang perlahan juga sudah mengkikis jiwa, raga bahkan kehidupanmu. Waktu ini terus bergulir, menghampiri yang mau maju dan meninggalkan yang tenggelam dalam kenangan. Sesekali kau boleh merasa hancur dan melarikan diri tapi jangan pernah lupa untuk pulang. Kata Bang Fiearsa Besari “pergilah dengan kekanakan, pulanglah dengan pendewasaan”. Cinta yang telah di pondasikan oleh orang tua dan orang-orang yang menyayangimu itu lebih indah dari segala cinta yang maya itu.  Atau memang kau manusia yang sangat keras kepala hingga egomu begitu memenjarakan mu?

Dalam garis waktu kita dipertemukan dengan orang-orang yang memang disediakan untuk belajar, bukan memberhentikan garis itu. Ruang memberikan space untuk kita berproses menjadi lebih baik bukan untuk meratapi kegagalan ataupun kepedihan.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar