Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

GAGAL MENJADI PEMENANG


Allah memerintahkan hambanya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.  Merekapun berpacu untuk  menjadi hamba yang terbaik.  Beragam kebaikan di tunaikan seperti shalat, zakat, haji dan lainnya. Tetapi sebagai hamba yang baik tetap perlu waspada dan hati-hati karena jika kita melanggar salah satu rambu-rambu perlombaan akan terdiskualifikasi.
Menurut Syaikh Mazin bin Abdul Karim Al Karim dalam Al Raid: Durus Fi Al Tarbiyah Waal Dakwah menyebutkan kemdala-kendala dalam lomba yaitu:

1.  Fasadu An Niyat: niat yang rusak
Niat merupakan perkara yang amat penting dalam Islam. Sampai-sampai Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengabarkan bahwa segala amal perbuatan itu tergatung pada niat Si Pelaku. Seorang mendapatkan buah dari amalannya sesuai keadaan niat dalam hatinya.
Meskipun shalat berjamah di barisan terdepan, paling banyak ke tanah suci, paling banyak beramal, paling banyak berjihad tapi jika tidak ikhlas maka tidak akan ada artinya. Oleh karena itu, sebaiknya kita meluruskan niat benar-benar karena Allah ta’ala bukan karena yang lain.

2. Alhasadu Bayna Al Mutanafisin: dengki diantara yang lainnya

Menurut Al Jurjani Al Hanafi dalam kitabnya “Al Ta’rifaat”, hasad ialah menginginkan atau mengharapkan hilangnya nikmat dari orang yang didengki supaya berpindah kepadanya. Sifat ini merupakan salah satu penyakit hati yang sering merasuki jiwa manusia tanpa mengenal golongan, pangkat, jabatan, keturunan dan usia baik laki-laki maupun perempuan. Cukuplah menjadi renungan kita bersama bahwasanya penyebab pembunuhan pertama kali di muka bumi ini terjadi yaitu anak Adam qabil membunuh habil saudaranya disebabkan oleh kedengkiannya pada saudaranya atas nikmat yang dimilikinya. akhirnya qabil gagal menjadi pemenang 

3. At tanafusu fi umuur ma’a tadlyi’i umuural ukhra: perhatian pada satu bidang tetapi mengabaikan bidang-bidang lain 

Salman al farisi radliyallahu’anhutelah memberikan pesan kepada abu darda’ radliyallahu’anhu “ Sungguh Rabb-mu memiliki hak pada dirimu, dirimu juga memiliki hak, istrimu juga memiliki hak. Maka berikanlah masing-masing haknya.”

Pelajaran yang bisa kita petik dari pesan Salman ini adalah islam mengajarkan pada kita agar aktif pada keseluruhan bidang-bidang. Kita akan sulit menjadi pemenang jika hanya mengandalkan satu amalan saja. Misalkan hanya perhatian pada ibadah misalkan sholat saja, akan tetapi mengesampingkan kewajiba-kewajibannya kepadaistri, anak, tetangga dan sebagainya. Begitu juga sebaliknya, sulit menjadi pemenang jika hanya memperhatikan hubungan muamalahnya saja hingga dikenal memiliki hubungan baik dalam aspek sosial tetapi mengabaikan ibadah kepada Allah SWT. 

Oleh karena itu, menjalin hubungan baik kepada Allah SWT bagi manusia merupakan suatu kewajiban. Manusia telah dicipta oleh Allah Swt, bagaimana mungkin ia tidak mau menyembah dan mengabdi kepada sang pencipta. Begitu pula, antara manusia yang satu dengan lainnya saling membutuhkan, karena itu seharusnya sesama manusia bisa menjalin hubungan yang sebaik-baiknya agar menjadi pemenang. Salman al farisi radliyallahu’anhutelah memberikan pesan kepada abu darda’ radliyallahu’anhu “ Sungguh Rabb-mu memiliki hak pada dirimu, dirimu juga memiliki hak, istrimu juga memiliki hak. Maka berikanlah masing-masing haknya.” 

Pelajaran yang bisa kita petik dari pesan Salman ini adalah islam mengajarkan pada kita agar aktif pada keseluruhan bidang-bidang. Kita akan sulit menjadi pemenang jika hanya mengandalkan satu amalan saja. Misalkan hanya perhatian pada ibadah misalkan sholat saja, akan tetapi mengesampingkan kewajiba-kewajibannya kepadaistri, anak, tetangga dan sebagainya. Begitu juga sebaliknya, sulit menjadi pemenang jika hanya memperhatikan hubungan muamalahnya saja hingga dikenal memiliki hubungan baik dalam aspek sosial tetapi mengabaikan ibadah kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, menjalin hubungan baik kepada Allah SWT bagi manusia merupakan suatu kewajiban. Manusia telah dicipta oleh Allah Swt, bagaimana mungkin ia tidak mau menyembah dan mengabdi kepada sang pencipta. Begitu pula, antara manusia yang satu dengan lainnya saling membutuhkan, karena itu seharusnya sesama manusia bisa menjalin hubungan yang sebaik-baiknya agar menjadi pemenang. 
                                                        
4.      Taswif: menunda 


Jika ingin memjadi pemenang maka jangan suka menunda-nunda. Seperti dicontohkan dalam hadits Rasulullah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda yang artinya “ hendaknya kamu bersedekah dalam keadaan sehat, bakhil, takut miskin dan ingin kaya. Dan jangan menunda sampai nafas sudah ditenggorokan, kamu mengatakan untuk si fulan sekian, untuk si fulan sekian”, ingatlah bahwa si fulan sekarang sudah memilikinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

PP Darun Nun
Bukit Cemara Tidar Karangbesuki
Sukun Malang



Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar