Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

RINDU KEMATIAN



Dyah Ayu Fitriana

Ada yang bilang, kematian adalah kenyataan yang menyakitkan dan kehidupan adalah kebohongan yang menyenangkan. Saya pikir itulah alasan kenapa banyak orang, termasuk saya, jangankan membayangkan kematian, melihat kain kafan dan keranda saja sudah takut.

Minggu lalu teman dari adik saya tiba-tiba saja meninggal. (Allahummaghfirlahu warhamhu waafiihi wa'fu'anhu) Tanpa tanda-tanda sebelumnya, ternyata almarhum mengalami pendarahan di otak. Adik saya-anak laki2-yang biasanya ceria sore itu pulang dengan tangisan yang pecah. Entah apa saja yang dirasakan saat teman dekatnya tiba-tiba meninggal itu. Setelah itu giliran teman dari adik kedua saya, begitu beberapa kali, seakan ada yang ingin menyuguhkan kami bukti konkret bahwa tak perlu tua untuk meninggalkan dunia.


Tapi satu dua hari hilanglah perasaan takut itu. Manusia lebih tertarik untuk melanjutkan hidup, menikmati apa saja yang bisa dilakukan di dunia dan merancang apa saja yang akan dilakukannya di masa mendatang, seakan hidup masih terbentang sejuta masa. Mungkin itu salah satu cara dari Sang Mahacinta agar kita punya rasa lupa akan ketakutan dan kesedihan, dan bisa hidup normal seperti sebelumnya.

Namun ada yang aneh, ternyata tidak semua manusia takut pada kematian. Ada mereka, yang tersenyum bahagia saat mendengar kematiannya sebentar lagi akan tiba. Masya Allah, orang-orang yang semasa hidupnya selalu rindu ingin bertemu dan kembali pada Sang Mahacinta. Mereka tersenyum bahagia di ujung kepergiannya. Dan tak jarang beliau-beliau, dengan segala keistimewaannya tetap hidup bahkan setelah kepergiannya. Hidup di hati setiap manusia yang pernah dibantu dan diberikan rasa bahagia, hidup disetiap amal manusia yang dulu belajar padanya, hidup bahkan memberikan perantara sumber-sumber penghidupan bagi orang-orang di dunia. Semoga Allah semakin meninggikan derajat beliau-belisu dan berkenan mengumpulkan kita bersamanya di surga. Aamiin

#NB
Saat ziarah kemarin saya sempat berbisik pada teman. "Mbak jika saya mati, apa ada yang berkenan mendoakan dan mengunjungi?" ia tersenyum dan menjawab "Maka dari itu mulai saat ini mari jadi pribadi yang baik, dan mengajarkan anak cucu kita untuk mendoakan."



Posted via Blogaway

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar