Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Indah Dengan Durinya, Sempurna Dengan Aturan-NYA

Oleh Rofikatul Islamiyah
Dewandaru, 10/01/2017

Perumpamaan yang paling sering digunakan untuk menggambarkan seorang wanita, warnanya cantik, wangi dan berduri. Ya, suatu tanaman yang masih tergolong tanaman semak dari genus Rosa. Di bumi ini hampir semuanya ditumbuhinya, terutama belahan bumi utara yang tergolong sejuk. Menurut Tim Karya Mandiri (2010), mawar berasal dari daratan Cina, dan perkembangannya menyebar luas ke daerah-daerah beriklim subtropics sampai tropis. Dengan begitu, popularitas mawar semakin tinggi. Banyak bukti yang yang mengungkap cerita-cerita tentang mawar, terutama tentang cinta dan wanita. 

Entah datangnya darimana, tiba-tiba di list musik di benda kotak yang mungkin sering di sebut-sebut sebagai benda ter-smart ini, ada sebuah audio yang menyita fikiran di pagi ini, sapertinya seorang motivator sedang bercerita tentang seseorang yang mengispirasi beliau. Di awali dengan salam, sang motivator mulai bercerita. Pada tahun 1998 saya mengisi training motivasi di kota Bogor dengan peserta anak-anak SMA kelas 1 dan 2, sampai kemudian saya kasih mereka semua kertas dan saya minta meraka menggambar sebuah gambar yang gambar itu mendeskripsikan siapa mereka, apapun yang mereka maksud tentang mereka, kalau ada yang mengartikan cita-cita maka gambarkanlah cita-cita mereka, kalau ada yang mengartikannya keadaan diri dan keluarga maka gambakan itu. Semua menggambar, karena pesertanya anak-anak SMA jadi gak ada yang serius gambarnya. Semua bercanda, ada yang menggambar inilah, itulah. Semuanya bercanda. Sampai kemudian ada seorang perempuan namanya Ummu waktu itu dia masih kelas satu SMA, dia gambar berbeda, dia gambar mawar lalu ada duri-durinya, kemudian di belakanganya dengan beground warna hitam gelap.
Kemudian saya tanya: “Mu, kamu gambar apa?”
Umu                          : “Mawar berduri”
Saya                           : “Apa maksudnya?”
Umu                          : “Mawar itu sempurna karena ada durinya, cuman banyak orang bialang duri pada mawar itu mengurangi keindahan mawar, merusak keindahan mawar, mengganggu mawar. Padahal justru dengan duri itulah mawar dikatakan mawar, duri itulah yang membuat mawar sempurna”
Saya                          : “Lalu apa hubungannya dengan kamu?”
Umu                         : “Saya gambarkan diri saya perempuan, seperti mawar. Dan duri itu adala aturan Tuhan bagi setiap perempuan, seperi duri pada mawar banyak orang bilang, aturan Alloh bagi setiap permmpuan itu merusak keindahan permpuan, membuat perempun susah gaul, susah kerja, susah beraktivitas. Padahal seperti duri pada mawar, aturan itu juga yang membuat wanita dikatakan wanita. Maka, saya mawar berduri, wanita dengan apa yang harus saya lakukan dengan aturan Tuhan, bla-bla…..”
Waktu itu, seluruh ruangan menjadi hening, karena ternyata ada satu diantara mmereka yang serius. Kemudian saya Tanya lagi.
Saya            : “Lalu Mu, kenapa belakangnya berwana gelap, hitam? Padahal masih banyak warna, seperi pink, hijau dan biru yang lebih cerah?”
Umu            : “Kang, saya tidak mau menjadi duri di tengah taman, kalau saya menjadi duri di tengah taman, gampang orang memetik saya, mudah untuk memetik saya, hanya denda 50.000 atau 2 bulan kurungan. Saya tidak mau seperti itu. Saya mau menjadi mawar berduri di tepi jurang, makanya saya wanai gelap. Karena suatu saat nanti, saya yakin. Kalau kelak ada lelaki yang memetik saya, dia pasti lali-laki yang paling berani mengorbakan nyawanya untuk saya. Resiknya besar, nyawa taruhannya, bukan sekedar denda atau kurungan beberapa bulan”
Luar biasa, waktu itu semua bertepuk tangan. Dengan umur SMA kelas 1 dia bisa berfikiran seperti itu. Kemudian beberapa tahun kemudian saya dengar informasinya, ini anak biasa, dia bukan dari keluarga kaya, dia orang sederhana, bahkan dia punya penyakit jantung. Dibilang cantik juga tidak cantik seperti bintang sinetron, dia biasa sangat sederhana. Tapi beberapa tahun kemudian dia di terima kuliah di fakultas kedkteran UI. Sekarang dia berkeluarga, sudah berhasil menjadi dokter spesialis di Depok. Luar biasa, dia menjadi indah karena tidak pernah memburukan gambarnya. Kalau ada orang bertanya tentang dia, dia menjawab dengan indah., karena dia yakin Alloh akan meng-indah-kan masa depannya. Kalau orang bertanya akan cita-citanya dia akan katakana yang terbaik, karena dia yakin apapun keadaanya dia akan di bantu Alloh untuk yang terbaik kedepannya.
(Versi Penulis)
Mengeluh akan keadaan kita sekarang, sama sekali tak membantu. Tak member solusi, hanya menabah gelapnya fikiran, tertutupnya hati, dan menyalahkan keadaan. Dalam Al-Qur’anpun di jelaskan kita dilarang berzu’udzon pada orang lain apa lagi pada Taqdir. Sebab Alloh lebih tahu apa yang terbaik untuk kita, bukan yang kita ingikan. Selain itu husnudzon juga dapat memberikan efek-efek positif Tenang, Pikiran positif, Optimis, Qonaah, Bersyukur, Introspeksi diri dan Ikhlas.

Kembali pada mawar, sungguh sempurna dengan durinya. Wanita sempurna dengan aturanNya. Karena wanita indah dengan aturan-aturan itu. Wanita lebih berkilau di bandingkan mutiara di lautan, wanita lebih bercahaya dari pada matahari, wanita lebih lembut dari pada kapas, wanita lebih cantik dari taman, wanita lebih harum dari mawar itu sendiri. Jadi jika tak di lindungi dengan aturan-aturan itu, apa jadinya dengan wanita? Kilaunya mudah di dapatkan, cahayanya mudah di serap, lembutnya mudah di manfaatkan, cantiknya mudah di rasa, dan harumnya mudah dibau. Ketika semua itu terjadi, wanita tinggallah nama, kesempurnaan itu sirna, maka tinggalah kehinaan. Itulah mengapa wanita indah dengan aturanNya. Aturan adalah perlindungan untuk sang Bunga itu. 
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar