Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Cinta bagai Medan Magnet yang Terhalang Gravitasi



Oleh Rofikatul Islamiyah
Darun Nun 15-01-2017

Tak ada yang mengelak, bahwasannya semestapun jatuh cinta pada fajar dan senja. Fajar yang selalu hadir dengan dekap kehangatan. Memberikan semangat baru, menghadirkan harapan-harapan baru. Pintu dari awal cerita. 

Senja yang memeluk dengan sejuknya. Menceritakan kisah-kisah harian, memberi pelajaran juga kenangan. Indahkan warna hidup. Menyempurnakan cerita cinta dan rindu yang terbesit dalam nalar. 


Keduanya memberikan kenyamanan sendiri-sendiri. Keduanya merupakan peralihan siklus siang dan malam. Keduanya batas dari fenomena alam. Keduanya yang berbataskan terbit dan terbenam pada ujung bumi yang berlawanan. Keduanya yang tak akan pernah bersatu, karena itu adalah ketetapanNya. 

Dengan begitu, cukuplah bagi senja mencinta dalam arus searah. Menikmati rasa dari jarak yang tak terukur. Mengagumi dari cerita-cerita mentari yang selalu hadir bersamaan sang fajar. Tak ada yang bisa di perbuat dengan kutup yang berhadapan, hanya bisa bergantian dalam ruang dan waktu. Medan magnetnya memang berbeda, seharusnya tarik menarik tapi gravitasi nya lebih kuat, membuat mereka saling memutar sesuai garis edarnya maka, menikmati yang ada adalah cara paling bijak menghadapinya. 

Di sisi lain, para bintang selalu mencinta senja. Berusaha hadir dalam dimensi sang senja. Meski terkadang para bintang terlalu egois untuk membersamai, hingga membuat senja takut dan perlahan hilang, bahkan semestapun lupa bahwa beberapa detik yang lalu mereka sempat jatuh cinta merahnya senja. Tak bermaksud menyalahkan bintang-bintang dan bukan berarti senja tak pernah tahu bawah mengagumi tanpa di cintai itu tidak mudah. Tapi setidaknya berusahalah sebijak mungkin pada keadaan. Wahai para bintang, engakau memberi cahaya penerangan kala malam mulai menyelimuti. Engkau banyak di cintai semesta setelah senja. Jadi cukuplah, engkau membuatnya lebur dalam ketakutan.

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar