Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Percayalah

Suatu masa ada seorang raja yang memiliki hobi unik, berburu di hutan terlarang. Banyak keluarga yang menasehatinya agar tidak berburu di hutan tersebut, tapi raja semakin merasa tertantang untuk melakukannya. Uniknya ia mengangkat seorang penasehat yang lain daripada yang lain. Penasehat ini tak hanya mengkritisi keadaan raja dan keputusannya. Ia memiliki kata-kata keramat yang selalu membuat raja optimis dan bersemangat "Percayalah raja, hal baik akan tiba, semua ada hikmahnya" itulah resepnya setiap kali raja gundah.

Tibalah pada hari di mana ia akan melakukan perburuan di hutan terlarang. Ia telah menyiapkan semua keperluan, beberapa prajurit pun siap untuk menemaninya. Sesampainya di hutan seekor kijang dengan warna emas melintas, "Wah beruntung sekali aku hari ini" gumam sang raja. Segera ia ambil anak panah dan ia menarik busur panah dengan kuat. "Yup"optimisnya, tapi ternyata anak panahnya meleset. Kembali ia kejar si rusa, namun tiba-tiba rusa emas berlari ke arahnya menyeruduk dan menyebabkan tarikan anak panah sang raja melesat ke ibu jari kakinya hingga putus. Sang raja meringis kesakitan seketika itu juga prajurit membawanya pulang.

Sesampainya di istana, penasehat yang bijak menghampiri sang raja. " Wahai penasehatku betapa sakitnya kakiku ini" ucap raja sembari meringis tiada henti. "Tenang paduka, percayalah, hal baik akan tiba karena semua ada hikmahnya." Mendengar kata tersebut disaat ia kesakitan hebat, sang raja lantas murka. Bagaimana dengan enteng penasehat itu berbicara demikian. Saking marahnya, sang raja memanggil prajurit untuk menyeret penasehatnya dan menjebloskannya ke penjara.

Berbulan-bulan berlalu. Sang raja akhirnya bisa kembali berburu. Namun segerombolan suku kanibal di hutan menangkapnya beserta semua prajuritnya. Mereka segera menyalakan api dengan tungku besar untuk memakan manusia-manusia buruannya. Sebelum memasukkan ke dalam tungku, satu persatu buruannya diperiksa apakah badannya utuh. Karena memakan buruan yang cacat adalah sebuah pantangan. Melihat ibu jari kaki raja yang putus para kanibal itu berdiskusi dan memutuskan untuk membuang ia kembali ke hutan. Raja segera berlari menuju kerajaannya.

Setelah tenang raja teringat akan seorang penasehat yang dikurungnya dulu. Ia akhirnya sadar bahwa perkataannya terbukti benar. "Duhai penasehat ku maafkan aku. Kau benar, jika saja badanku utuh dan tak terkena panah tempo hari. Mungkin aku sudah mati saat ini." sesalnya. Sang penasehat tetap tersenyum "Terimakasih paduka telah mengurungku". " Kau tak marah?" "Tentu tidak paduka, jika saja kau tak mengurungku tentu aku ikut berburu denganmu hari ini dan akan dimakan oleh para kanibal itu. Hal baik pasti tiba karena semua ada hikmahnya." ucap sang prajurit.

----------

Begitulah, kita terkadang merasa apes pada suatu hal. Padahal setiap kejadian tak pernah luput dari izin Allah Swt. Dan Allah tak akan selalu menyayangi dan memberi terbaik pada kita. Maka dari itu jangan mengeluh tapi yakinlah bahwa hal baik akan datang karena semua ada hikmahny.

Dyah Ayu Fitriana
Pondok pesantren. Darun nun malang


Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar