Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Si Cantik berotak Einstein

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Oleh Alif Nur Lailiah

Nama lengkap Rofikatul Islamiyah, anak dari pasangan Hj.hanifah & H.zaini, Wanita kelahiran Lumajang ini sekarang tinggal di Pondok Pesantren Darun Nun, dia telah lulus jenjang S1 di UIN Malang jurusan Fisika, banyak lika liku yang harus dilalui sebelum mendapatkan gelar S1 nya ini mulai dari perjalanan dimasa kecil hingga dia tinggal di Malang.
Fika kecil yang hidup di pedesaan daerah Sumber urip Lumajang tumbuh seperti anak - anak pada umumya keceriaan dan kenakalan anak itu menjadi hal yang wajar pada diri anak - anak namun dia tergolong anak yang tomboi, seperti halnya fika kecil dia yang bersekolah di SD Oro - oro ombo V, dia tumbuh sebagai gadis kecil yang pintar dalam akademik tapi disisi lain dia juga termasuk gadis yang nakal dengan tingkat wajar yakni setiap sebelum berangkat sekolah dia selalu mandi dia tdk mandi dirumah melainkan mandi bersama teman - temannya di sungai dan atribut sekolahnya itu selalu hilang karna dia tidak ingat sebelun dia mandi dia meletakkan atribut sekolahnya itu dimana, sehingga selalu tinggal rok dan bajunya saja dan apabila senin hujan namun di hari selasa belum kering maka dia memakai baju pramuka dan yang menarik dari fika kecil mempunyai sepupu yang selalu bersaing, sampai - sampai ketika mereka kelas 6 guru mereka memberikan peringkat 1 setengah karena saking inginnya guru mereka tidak ingin melihat mereka saling bertengkar, sehingga adil untuk fika maupun sepupunya tadi , setelah lulus dari sd tersebut mereka sama sama masuk ke SMP Islam Pronojiwo mereka tetap semangat fika kecil pun masih sama seperti saat SD, mereka tetap bersaing dalam prestasi, namun jiwa tomboinya itu masih melekat namun disini dia senang sekali bermain bola dengan teman temanya itu tapi itu bertahan sampai kelas 1 saja karena ada pihak ke 3 yang bersaing diantara mereka, dan semangat fika kecil itu luntur karena fika kecil mulai tumbuh menjadi gadis yang mulai mengenal teman dan pergaulan sampai suatu ketika dia mengenal kakak kelas yang kebetulan pintar bermain musik, dan dia pun mulai menyukai dunia musik, hingga suatu hari dia bersama beberapa temannya bolos sekolah hanya karena main musik, sama dengan sekolah yang lainnya karena keabsenan dia dan teman-temannya di kenakan hukuman setor bhs.inggris oleh pihak sekolah, di balik hukuman itu ada hikmahnya yakni, dia yang awalnya gak suka b.inggris namun dia hafal banyak vocab dan tiba saat dia masuk SMA dia diperintah abinya untuk masuk pondok Bustanul Ulum dan melanjutkan jenjang pendidikan SMAnya disitu, berubahlah gadis fika yang telah menjadi fika yang dewasa dia mulai mengenal sosok laki-laki dimana dia adalah kakak kelasnya, dan hebatnya lagi laki laki yang disukainya ini adalah ustad saat di madinnya dan disitu kebetulan dia terkenal menjadi sosok yang pintar dalam bahasa inggris akibat dari hukuman di smp yang dia dihukum dengan menghafal vocab bahasa inggris namun dia tidak bisa bahasa arab dan dari sosok laki laki yang dia sukai itu kebetulan pintar bahasa arab maka belajarlah dia bahasa arab sehingga mahirlah dia dalam berbahasa arab dan tibalah masa lulus SMA dia ingin melanjutkan studynya di luar pondok namun abinya mengingkannya dia tetap di yayasan pondok itu setelah dia menjelaskan maka luluhlah hati abinya dan mengizinkannya untuk kuliah di luar dengan catatan hanya di UIN jika tdk maka tidak usah melanjutkan atau melanjutkan di yayasan pondok saja, kebetulan dia mempunyai sepupu dimalang dan dia meminta tolong sepupunya itu mendaftarkan dia di UIN dan didaftarkannya dia di jurusan fisika dan matematika sesuai keinginanny, tapi ternyata kakak sepupunya ini hanya mendaftarkan dia di jurusan fisika saja ternyata dia lolos maka hijrahlah dia ke Malang dan pertama tinggal di asrama uin dia merasa biasa saja namun ketika sudah ada jadwal ppba dia mulai malas dengan jam ppba yang membuatnya bosan tersebut "ungkapnya", namun dia juga tumbuh sebagai orang yang organisatoris dia aktif di hmj, sema dan orda daerah yaitu Himalaya.
Setelah satu tahun berlalu di ma'had uin dia tinggal di kos kos an namun di semester akhir dia pindah ke darun nun, dan tibalah dia mengurusi skripsinya namun itu tidak berjalan mulus dia sempat pulang ke Lumajang dan mengajar disana dan saking asyiknya dia di Lumajang dia lupa akan tugas skripsi yang di tinggalkannya itu, namun beruntunglah dia mempunyai dosen pembimbing yang sangat peduli hampir setiap hari dia menanyakan kabar dan proses kelanjutan skripsinya, sehingga tergugah hatinya untuk kembali ke malang dan meneruskan namun saat dia mulai mengurusi ada sedukat hambatan bahwa software yang harusnya dia gunakan untuk penelitian itu tidak ada maka sidikit down lah semangatnya disini, tapi tidak berakhir disitu perjuangan dosennya, dosen pembimbingnya itu meminta software dari luar negri dan didapatlah maka mereka melanjutkan penelitiannya dan begitu baik dosennya dia banyak dibantu dalam masa penelitiannya ini dosen pembimbingpun banyak membantu dalam masalah finansial yang jika dia sendiri mungkin tidak kuat untuk biaya penilitian ini "ungkapnya" dan kebetulan juga disen itu pun sedang melakukan penelitian untuk gelar S3 nya dan juga ada dari kampus lain yakni seperti UGM dan lain lainnya, namun takdir berkata lain serelah merampungkan penelitiannya dosen pembimbing ini pun mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, dan fika pun melanjutkan pengurusan administratif skripsinya dan akhirnya sampai disidang dia dinyatakan lulus namun ketika wisuda dia merasa sedih karena tidak adanya dosen pembimbingnya itu sehingga saat teman - temanya mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing masing - masing dia dan rekannya berziarah ke makam sang dosen karena mengingat segala jasa jasanya.

Itulah sekilas tentang perjalanan hidup seorang Rofika Islamiyah yang banyak sekali lika liku kehidupan yang harus dia lewati untuk mencapai gelar S1 nya.

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar