Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Santri Sekaligus Guru




 Oleh :

Nur Sholikhah 

       Nama lengkap Zeta Enika Aracy adalah seorang gadis kelahiran Banyuwangi tanggal 15 Desember 1993. Dia adalah anak dari pasangan Iwan Kuspana dan Keni Kartiko Wati. Gadis yang akrab di panggil Zeta itu kini sudah berusia 22 tahun dan sedang aktif mengajar di SD Muhammadiyah Jl.Pb Sudirman Malang.


       Zeta mulai menempuh pendidikannya di TK Aisyiah selama 2 tahun, lalu melanjutkannya di SD Muhammadiyah. Lulus SD langsung melanjutkan di SMPN 1 Glagah. Setelah 11 tahun ia bersekolah di sekolah umum, akhirnya di jenjang SMA ia menempuh pendidikannya di sekolah islam yakni di MAN Banyuwangi. Zeta mempunyai hobi menggambar, selama di bangku sekolah ia telah mendapatkan beberapa juara. Salah satunya ialah juara 1 menggambar dengan tema 17 Agustus tingkat SD sekabupaten Banyuwangi. Hal itu merupakan prestasi yang paling dikenang olehnya karena sebelumnya ia tidak pernah menyangka bisa menyabet juara 1 tersebut.



       Saat ini Zeta menjadi seorang perantauan di kota Malang dan sedang menempuh pendidikan sarjananya di UIN Maulana Maliki Ibrahim Malang jurusan Tehnik Informatika. Dulu dia menjadi satu-satunya murid di sekolahnya yang lolos jalur SNMPTN di UIN Malang jurusan TI. Sehingga ia mempunyai kesempatan untuk mengenyam pendidikan di kota Malang ini.

       Selain menjadi mahasiswa semester akhir, ia juga menjadi seorang guru di SD Muhammadiyah 9 Malang. Menjadi seorang guru membuatnya memiliki kepribadian yang sabar terutama dalam menghadapi anak-anak. Sebelumnya, ia tidak pernah mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang guru. Namun ternyata Tuhan berkata lain, ia diberi kesempatan untuk mengajar di beberapa kelas di sekolah tersebut.


       Peristiwa yang paling terkenang dalam hidupnya ialah ketika ia masih semester 1. Ketika itu ayahnya memutuskan untuk resign dari pekerjaannya di bank dan mencari pekerjaan yang lain. Sebagai anak tertua dari 3 bersaudara, ia takut jika tidak ada biaya untuk meneruskan pendidikannya dan adik-adiknya. Dahulu ketika ayahnya masih bekerja di bank, segala kebutuhan hidup terpenuhi dengan mudah. Sehingga sejak saat itu ia merubah pola pikir dan gaya hidupnya. Ia berkeinginan untuk mencari penghasilan sendiri dan bisa menabung untuk kepentingan masa depan. 


       Hidup pun terus berlanjut, kini Zeta menjadi mahasantri di pondok pesantren Darun Nun Malang. Menuntut ilmu agama dan ilmu bermasyarakat yang akan mengantarkannya menjadi wanita yang berkepribadian mulia. Wanita idaman yang sholihah yang mampu menjadi panutan untuk anak-anak atau murid-muridnya kelak.

 


Pondok Pesantren Darun Nun
BUKIT CEMARA TIDAR


Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar