Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SANTRI CERDAS, TOTALITAS, IKHLAS



Oleh Dyah ayu fitriana


Mari saya perkenalkan dengan kakak senior yang selalu bikin gemes ini, ukhti Ninis Novelia MPAF.  Gelar yang tersemat di belakang nama beliau bukan main perjuangannya, bertaruh nyawa ibunda tercinta. Yah maksud saya gelar tersebut beliau peroleh sejak lahir, Ninis Novelia Mahkota Putri Ayu Firdaus begitulah nama lengkapnya. Lahir di Banyuwangi, 6 September 1991, Mbak Ninis kecil tumbuh di lingkungan baru tempat orang tuanya mencari nafkah, sebuah kota dengan mayoritas pemeluk agama hindu dengan panorama alam yang sangat indah, yup Denpasar, Bali.

             


Pendidikan awal ditempuh di TK Al-Amin Denpasar, berlanjut dengan SD Muhammadiyah Denpasar. Saat SD mbak ninis ini termasuk anak yang berprestasi terutama di bidang mendongeng. Bagaimana tidak, teman-teman sekelasnya sampai-sampai setia menunggu dongeng yang dibawakan oleh mbak ninis setiap pagi. Selain itu beliau juga sangat berprestasi dan semangat untuk masuk ke SMP favorit di Denpasar. Begitulah sampai akhirnya beliau diterima di SMPN 6 Denpasar. Wah teput tangan… Pada akhir tahun saat SMP, orang tua mbak ninis merasakan bahwa kehidupan di Bali ternyata kurang cocok untuk perkembangan spiritual anaknya. Sehingga di pergantian tahun pelajaran mau tidak mau Mbak Ninis kecil harus pindah ke Banyuwangi tanpa orang tuanya. Selanjutya beliau bersekolah di MAN Pesanggaran Banyuwangi. Kala itu beliau sangat tidak terima dengan suasana sekolah maupun teman barunya, namun seiring berjalannya waktu beliau bertemu teman-teman baik yang tinggal di pesantren dekat sekolahnya. Mungkin ini juga menjadi faktor mengapa beliau memilih Universitas Islam sebagai tujuan belajarnya.

            

Saat ini Mbak Ninis aktif menyelesaikan tugas akhirnya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kita doakan sama-sama mbak agar diberi kelancaran dan dimudahkan oleh Allah. Selain itu beliau juga sibuk mengabdikan diri sebagai pengurus devisi kepenulisan, yang menjadi ruh, di Pondok Pesantren Darun Nun Malang, sekaligus sebagai sekretaris dan ustadzah di TPQ baiturrahman, wah mbak ninis keren sekali ya. Beliau ini kalau sudah memikirkan soal TPQ sangat totalitas sekali, mulai dari akar sampai daunnya, maksudnya mulai hal-hal mendasar sampai yang paling luar, cocok sekali jika suatu hari nanti membangun TPQ maupun tempat belajar. O iya satu lagi kegiatan mbak ninis yang baru-baru ini dimulai yakni menjadi guru kelas di SD muhammadiyah. Sepertinya beliau sangat menikmatinya juga. Menikmati kebersamaan dengan muridnya maupun gurunya ehem..

            

Berbicara masalah akhlak dan ibadah, mbak ninis adalah salah satu idola saya. Pernah suatu kali kami mau berpergian jauh mencari ilmu di seberang hehe alay. Waktu itu sangat mepet timingnya dan hamper telat. Rasanya saya pingin tancap gas motor aja segera berangkat ke lokasi. Tapi karena saat itu Mbak Ninis yang bonceng, beliau belokkan motor ke Masjid Baiturrahman, “Kita sholat dulu ya dek…” kata beliau. Padahal saat itu masih belum adzan, masih ada beberapa menit lagi. “Biar nanti acaranya lancar dek” Wah jujur saja saya antara geregetan tapi lama-lama saya pikir jadinya salut sama beliau. Ada ritual yang selalu didawamkan oleh Mbak Ninis, sebelum tidur ia pasti menyempatkan sholat dan baca quran, beda dengan kita yang paling pol wudhu aja sebelum tidur. Anehnya walaupun sudah sholat dan ritual beliau terhitung sering tidur tidak pada tempatnya, kalau nggak di kamar temannya ya di tempat-tempat yang aslinya bukan kamar tidur hehe. Ono-ono wae mbak..


Akhlak beliau? Jangan Tanya. Menurut saya Mbak Ninis ini sangat sabar, entah berapa kali saya ngambek dan bikin ulah sama beliau. Tapi mbak ninis dengan kalem nggak seberapa ngreken. Paling ya disenyumin atau dicuekin aja hehe. Maaf mbak ya maafin adikmu yang bandel makasih udah sabar. Beliau juga biasanya dibully oleh adik-adik pondoknya, emang nih adik-adik jail. Suka kalau nggak godain masalah mau menjodohkan atau masalah yang lucu lucu lain. Yakin Mbak itu karena cinta kita padamu hehe.

            

Wanita yang suka masak dan baca buku ini ketika ditanya masalah cita-cita jawaban pertama beliau adalah punya bisnis. Wah semoga kecapai mbak. Selain itu beliau juga mengaku ingin membuat sebuah sekolah dengan suaminya nanti yang sekolahnya ini bisa memberikan banyak beasiswa untuk murid-murid yang kurang mampu. “Walau saya nggak pernah merasakan secuilpun uang hasil beasiswa, tapi saya pingin nanti bisa buat sekolah yang memberikan beasiswa untuk murid-murid kami nanti. Makanya itu harus punya bisnis juga hehe” ungkap beliau. By the way karena keinginan untuk membangun sekolah itu direncanakan secepatnya, maka rencana nikahnya juga segera, insyaallah tahun 2017 kata beliau. Eh ini tanyanya sambil maksa loh gengs hehe.

            

Terakhir dari mbak ninis, beliau oleh teman-teman juga dikenal dengan ahli cinta. Bukan negatif loh ya, maksudnya beliau ahli membuat tulisan-tulisan yang sukses bikin baper banyak orang. Bisa dicek di fanpage fb jodohku bersabarlah maupun di darunnun.com. Tulisan-tulisan di sana yang sangat indah itu mayoritas tulisan kakak kita ini. Insyaallah ke depan akan segera menerbitkan bereksemplar buku baik karya pribadi maupun hasil dari teman-teman Darun Nun. Pesan terakhir yang juga merupakan motto beliau yakni Khairun Nas Anfauhum Lii Al-Nas. Sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Jadi baik apapun posisi yang sekarang kamu tempati jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain.


Oke itulah biografi dari teteh syahrini, eh teteh ninis, semoga bisa menginspirasi guys :* 

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar