Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SEAMANAH NAMANYA






OLEH : NUR MA'RIFATUL JANNAH


Nama lengkap Amanatul Mubtadi’ah, ia akrab dipanggil dengan amanah. Pertama memecahkan tangisan di tanah kediri tepatnya pada tanggal 4 desember 1992. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya bernama Nazil nur aini yang sekarang duduk di bangku kelas 2 Aliyah. Ayahnya bernama Aruman waluyo. Di lahan hijau ia menyemai padi menunaikan kewajibannya sebagai kepala keluarga. Ibunya bernama Khoiriyah, iapun turut menemani sang suami di lahan. Namun Sang Pemilik Arsy telah menjemput ayahnya kembali ketika ia duduk di bangku kelas 2 Aliyah.

Dia bernaung bersama keluarganya di RT 3 RW 07 Dsn. Sumber agung ds. Krecek kec. Badas Kab. Kediri. Selain mengenyam pendidikan dari madrasah ibu dia juga di amanahkan di madrasah Ibtidaiyah Al Huda Pandan-Badas. Enam tahun kemudian ia berlanjut ke jenjang mutawasith di MTS Mashlahiyah-krecek. Tiga tahun setelahnya menuju kejenjang aliya di MAN Krecek Pare-Badas. Tiga tahun berikutnya pun tak berhenti cukup sampai disitu saja, ia berkesempatan melenjutkan untuk menggali ilmu lagi. Namun kali ini berbeda, bukan di tanah yang sama lagi seperti sebelumnya sejak ia pertama memijakkan kaki. Kini ia menggali ilmu di tanah yang lain, tepatnya di bumi Arema. Di sebuah kampus yang dijuluki kampus hijau, ialah yang kini bernama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dengan sebuah pilihan yang akhirnya dapat terpilih yakni jurusan Biologi. Sebuah pilihan yang sesuai karena ia memang menyukai segala hal yang berhubungan dengan makhluk hidup beserta alamnya.

Di kampus ia tak hanya sekedar menimba ilmu dalam ruang antara bata-bata yang tersusun membentuk persegi, dan duduk manis di kursi kayu. Namun ia juga mengais ilmu dengan mencari pengalaman dalam beberapa organisasi intra maupun ekstra semisal FLP (Forum Lingkar Pena), LKP2M, KBMB, Kamabi, HMJ Biologi, dan Ikahimbi. Ia adalah sosok gadis yang menyukai sesuatu yang baru dan terkesan menantang meskipun salah satu dari hobi utamanya adalah tidur. Mungkin dengan tidur ia akan menemukan berbagai hal baru dalam dunia alam bawah sadarnya, yang terkesan lebih menantang daripada alam bangunnya. Atau mungkin berangkat dari pengalaman alam bawah sadarnyalah kemudian ia bangun kedunia nyata lantas untuk menggapainya. Selain itu ia juga hobi membaca cerita Manga, menonton Anime, membaca cerpen, dan mendengarkan musik.

Di masa ia bersekolah di bangku Sekolah Dasar, baginya tak ada kisah istimewa yang ia ingat. Ketika MTs ia pernah mengikuti lomba baca puisi tingkat kabupaten. Menginjak bangku Madrasah Aliyah, ia begitu bersemangat mengikuti kegiatan extrakurikuler diantaranya pramuka, drum band, PMR, SBQ, teater, komputer, dan KIR. Hampir semua dia ikuti. Setiap hari dia  membagi waktu untuk turut mengikuti semua kegiatan itu sampai pada akhirnya dia hanya menekuni beberapa  diantaranya yaitu pramuka, drum band sebagai pemukul drum, dan teater. Selain itu ia bersama beberapa teman-temannya merintis untuk diadakannya Majalah sekolah, yang diberikan nama majalah Kiswah oleh guru bahasa arabnya. Majalah itu baru dirintis pada masa angkatannya ketika duduk di bangku kelas 2 IPA. Ketika dia sudah beranjak ke kelas 3, salah satu extrakurikuler yang dia gemari hendak ditiadakan, yakni teater. Kekecewaan dan pertanyaan mengapa tentu timbul dalam dirinya. Hingga seorang pembinanya menjelaskan

 “Kamu tahu orang jualan gorengan? Dia menjual beberapa macam gorengan seperti weci, pisang goreng dll. Kamu suka sekali dengan pisang goreng, tapi bukankah tak semua orang lain juga menyukainya? Nah, sama halnya dengan itu. Kita semuaa disini mencintai teater, tapi belum tentu kebanyakan orang lain diluar sana juga demikian. Paham?”

Kurang lebihnya itulah kutipan pesan yang pernah disampaikan oleh pembimbing teater pada masanya itu.

            Sekarang ia masih nyantri di malang, tepatnya di Pondok Pesantren Darun Nun, santri yang sekaligus menjabat sebagai mentri keamanan. Mempunyai kesibukan mengajar les privat. Seperti nama yang telah di amanahkan oleh orang tuanya, semoga ia selalu amanah dalam mengemban tanggung jawab sebagai penyandang nama itu.  


Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar