Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Sukses! Alasan?

oleh:
Lailatun Nadhifah








Luar biasa sekali sosok yang satu ini bagi saya. Tegas, semangat, penuh talenta. Sosok yang lumayan sering membuat kita tertawa :). Itulah dia, Dyah Ayu Fitriana. Gadis kelahiran lamongan, 11 februari 1994. Menyelesaikan pendidikan tingkat pertama di SMP Sugio, salah satu lembaga pendidikan asuhan KH. Ghufron Ahmad, di bawah naungan yayasan pondok Pesantren Sunan Drajad, Lamongan.

Belajar di pondok pesantren selama 3 tahun membuat gadis 23 tahun ini belajar banyak hal, tidak hanya belajar pelajaran umum dan mengaji, tetapi ada yang lebih dari kedua ilmu itu, yaitu ilmu kehidupan. Di pondok pesantren inilah gadis yang akrab dipanggil mbak pitli ini belajar “urip soro” (red: hidup susah), pernah suatu kali dia hanya mendapat jatah air 9 gayung tiap mandi, makan seadanya, hidup dikekang oelh peraturan. Tapi justru dari kehidupan seperti itulah, dia bisa belajar tegar, nerimo (hidup sederhana), hidup bersosial, dll.


Gadis yang menyelesaikan pendidikan tingkat menengah di salah satu SMA favorit dikotanya ini mempunyai semangat meraih ilmu luar biasa, mulai ilmu bisnis dari ikut komunitas bisnis, ikut seminar diluar kota, hingga buku-buku bisnis yg harus menguras tabungan dia beli:). Juga ilmu tafsir , terlihat semangat nya mengaji tafsir al-qur'an kepada para ustadz, plus kepada kyai dia datangi. Tak cukup sampai disitu, perempuan yang saat ini telah menyandang sarjana pendidikan ilmu sosial ini, juga senang menpelajari ilmu desain, yang menurut saya bisa dibilang lebih mahir keilmuannya dalam bidang desain dibanding dengan teman-teman yang lain. Tak heran jika ia pernah berambisi untuk mendaftar sebagai salah satu mahasiswa di universitas ternama di surabaya dan mengambil jurusan desain produk, tapi rencana itu ia buang jauh-jauh, karena bagi dia, apapun itu, bagaimanapun itu, berbakti kepada orang tua adalah pilihan yang tidak bisa dielakkan, orang tua memilih mbak pitli untuk melanjutkan kuliah di bidang pendidikan, sehingga terbukti sampai saat ini, ia menyelesaikan pendidikannya dengan baik pada program kelas internasional (international class program) jurusan pendidikan ilmu pengetahuan sosial di UIN Malang.
          Lantas, bagaimana aplikasinya di kehidupannya saat ini?? Hemmmmm, bisa di bilang sangat banyak. Gadis yang pernah menjadi musrifah (pengurus) di Ma’had Uin Malang ini setiap harinya mengajar ngaji anak TPQ, selalu membantu teman-teman mendesain, meski untuk kepentingan pribadi. Contohnya nih, kemaren waktu temen pondok nikah mb pitli ini yg buat undangannya, termasuk devisi humas, mb pitli ini juga yg buat pamfletnya. Hehe, luar biasa sekali, ditengah kesibukannya mengerjakan skripsi pada waktu itu, ia sempatkan untuk membantu teman-temannya.            Ibadahnya? Jangan ditanya boz, jika sepertiga malam bangun, silahkan cek sendiri di Aula. Dikala waktu senggang tampak ia mengaji plus memahami artinya. Waktu sedang halangan dari sholat, kitab selain al-qur'an bisa dipastikan yang menjadi muroja'ahnya (kebetulan, penulis satu kamar dengan sosok yang satu ini:) )
 Putra pertama dari 3 bersaudara ini mempunyai cita-cita yang mulia sekali (menurut saya), dia ingin menjadi pengajar seperti salah satu dosennya (Ustadz yahya: beliau adalah salah satu dosen Uin malang, yang juga diberi amanah menjadi pengurus salah satu komunitas muslim di Australia). Menjadi pengajar yang bisa mempersuasi orang untuk terus kangen dengan belajar, semangat terus untuk belajar dan cinta dengan yang namanya belajar, dan yang penting lagi, dia ingin mengajar tanpa terikat oleh gaji, subhanallah,,,itulah cita-citanya. “Mungkinkah itu? Mungkin saja, tidak ada yang tidak mungkin, be positive! Dan yakin bahwa semua tidak ada yang tidak mungkin atas kehendak allah,”begitu kira-kira kata mba pitli.
 Hemmmm, Ketika saya sedang merenung untuk kehidupan mendatang, kadang terlintas dalam benak saya, sosok seperti inilah yg dibutuhkan oleh masyarakat kita, sosok yang mandiri, sosok yang selalu berusaha untuk tidak merepotkan orang lain, sosok yang selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam pandangan tuhan, ringan tangan, dan sebagai pemimpin, dia tegas di saat & waktu yang tepat. Pernah suatu kali saya membaca sms dia kepada orang tuanya (eits..maaf ya mb pit, kayaknya kamu belum tau masalah ini, hehe, maaf maaf, ndak sengaja) "Ibu, do'akan kulo bisa istiqomah, lebih baik, bisa selalu ikhlas ". (kira-kira seperti itu, maaf kalau salah redaksi:). Pernah juga dia bertanya kepada saya "eh nad, kenapa ya, kita itu padahal tau kalau itu tidak dibenarkan dalam agama, tapi tetap saja dijalankan, kayak contohnya masih mau ngomongin orang laun (ghibah), kadang masih suka su'udzon dll" Saya jawab sesuai kemampuan saya "namanya juga manusia mb pit, kata ustadz setiap kita sadar, langsung baca istighfar".
Hemmm.... Semoga biografi singkat ini mampu memberi manfaat, bagi penulis khususnya, & pembaca umumnya. Dan untuk mb pitli, maaf kalau banyak redaksi yang salah :) Syukron:)



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
BUKIT CEMARA TIDAR F3 No.4
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar