Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

NGAMBEK DI PELUKAN SUAMI


Oleh Dyah Ayu Fitriana

Suatu hari Rasulullah Saw. sedang mengalami masalah di dalam bahtera rumah tangganya dengan Aisyah r.a. Lalu Beliau meminta sahabat Abu bakar as shidiq untuk jadi penengahnya. Abu bakar tentu keberatan. Beliau merupakan ayah dari aisyah r.a., sedangkan Rasulullah juga merupakan pemimpin yang beliau hoemati dan sayangi. Abu bakar merasa tidak pantas untuk menjadi penengah. Namun Rasulullah Saw. tetap mempersilahkan beliau. Akhirnya beliau setuju.


Rasulullah Saw. lalu dengan lembut mempersilahkan istrinya tercinta untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi kepada sang ayah. Begitulah Nabi Saw. disaat ada masalah tetap sajaso sweet pada istrinya. Aisyah r.a. yang masih ngambek menolak, dan berkata agar Rasulullah Saw saja yang bercerita dan dengan terbawa perasaan ngambeknya mengucapkan "tapi katakan yang benar..."

Mendengar ucapan Aisyah r a yang tidak sopan, Abu Bakar sebagai sang ayah otomatis marah kepada anaknya. Dikejarnya Aisyah, Aisyah lari mengelilingi Nabi Saw. dan Akhirnya bersembunyi di pelukan Rasulullah Saw. Aisyah r.a. begitu malu ketika tersadar, ia mendongakkan kepala dan menemukan wajah Rasulullah Saw yang sedang tersenyum padanya. Aisyah r a membalas senyum bahagia bercampur malu. Melihat hal ini Abu Bakar pun ikut tersenyum. Ia tak perlu jadi penengah, karena masalah telah selesai.

Bagitulah keluarga Rasulullah Saw. yang begitu mulia. Bahkan ketika terjadi masalahpun beliau tetap bersikap lembut dan menghormati istrinya. Begitu pula sang istri, seberapa marahnya ia tetap menyimpan masalah hanya di rumah. Tidak mengumbar, menceritakan permasalahan pada orang luar yang pastinya akan menambah rumit masalah. Dan memang benar apa yang banyak dikatakan orang bahwa masalah dalam rumah tangga adalah bumbu menyedap rasa. Karena setelah masalah diselesaikan berdua, manisnya akan lebih terasa. Dawuh Buya Yahya serasa bagaikan penganten baru. Hehe...

Dirangkum dari ceramah Buya Yahya.
Dalam penantian yang suci. Dan usaha terus membaikkan diri lillaah.

di Pondok Pesantren Darun Nun
Pesantren Tidar

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar