Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MENDESAIN MASA DEPAN


Penulis: Dyah Ayu Fitriana

"Siapa yang berani maju ke depan sini...! Ayo laki-laki dan perempuan." Ustad Halimi mengawali seminarnya dengan penuh semangat. Terlihat dua Orang maju ke depan. 


"Mas Siapa namanya?"
"Faishol ustad.."
"Kalau mbak ini?"
"Mardliyah  ustad.."
"Baik, terimakasih. Boleh duduk kembali. Nah siapa kira-kira yang saya kenal sekarang di forum ini?" tanya Ustadz Halimi pada audience.
"Ya dua orang ini. Maka dari itu kunci pertama untuk mendesain masa depan yakni jangan pernah menolak jika ada orang meminta tolong, karena itu merupakan kesempatan. Jika seseorang mengatakan 'tidak' sampai tiga kali maka orang tersebut telah membenamkan dirinya untuk tidak dikenal dan menghilangkan kemampuannya yang sebenarnya bisa diasah." 



Beliau melanjutkan

"Saya selalu mengatakan Yess saya bisa jika ada orang yang meminta tolong-dalam kebaikan. Pidato, membaca puisi dan lain-lain, saya selalu bilang siap. Jika nanti saya di panggung nggak bisa berarti itulah tugas saya untuk belajar." Para audience mendengar dengan seksama.

"Ada sebuah cerita. Suatu hari seorang direktur mengumpulkan pegawainya untuk dipilih melaksanakan sebuah tugas. Direktur itu mengatakan "Ayo siapa yang berani merobohkan tembok ini dengan tonjokan?" 
tidak ada orang yang berani maju, mereka berfikir mana mungkin tembok bisa roboh dengan tonjokannya, alih-alih tangannya yang malah berdarah. Akhirnya ada satu orang yang berani melakukan. Ia menonjokkan dengan sangat keras tangannya kê tembok. Dan apa yang terjadi? ternyata dinding tersebut itu hanyalah gabus yang didesain seperti tembok."


Lalu, Bagaimana cara mendesain masa depan?

"Orang punya Peta Hidup. Jika ingin sampai kê tujuan tentu harus mengikuti arah peta. Orang ingin ke surabaya pasti sampai Jika mengikuti peta. Bagaimana dengan kita? Sesungguhnya kita bisa belajar arah hidup lewat sholat. Orang yang sholat pasti berdiri tegak selalu mengarah ke arah kiblat. Artinya dalam hidup Kita harus kuat pendirian dan selalu mengarahkan diri kepada Tuhan. Seseorang yang sholat selalu bergerak. Artinya kita semua harus selalu action. Action pertama dengan takbiratul ihram mengangkat tangan dan menyebut nama Allah. ia berarti kita menyerahkan diri hanya untuk Allah. Sholat selalu ada niat maka sama dengan hidup harus ada visi misi. UIN mengapa uin itu hebat? karena uin memiliki visi misi jangka pendek, jangka menengah dan jangka pendek. Kalau UIN saja bisa begitu. padahal ia tak bernafas. Apalagi kita yang memiliki nyawa dan bisa bernafas? Kita juga harus punya."

"Dulu saya ketika S2 memiliki gejolak hidup yang sangat besar. Peta hidup saya terobrak abrik karena satu nilai D. Saya begitu terpuruk. Tapi lalu saya robek Peta hidup itu. Dan saya membuat peta hidup yang baru. 

Faidzaa azzamta fatawakkal alallah mundur dulu karena suatu hari kamu akan diberangkatkan oleh allah. Bertekatlah dan bertawakkal pada Allah. Subhanallah.. ternyata nilai D itu bukan berarti apa-apa. Karena setelah itu ternyata Allah malah memberikan kado terindah yakni beasiswa bernilai 10 juta yang Akhirnya saya gunakan untuk menikah. Saya memang harus mundur satu semester, tapi ternyata malah menjadi lulusan terbaik dan menerima beasiswa s2 đi King Saud University. Subhanallah tak pernah disangka."


Ada beberapa tips yang diberikan oleh Ustadz Halimi đi akhir acara. Untuk mendesain masa depan, yakni:
1. Tentukan tujuan anda. 
2. Belajar terus, banyak baca terutama. Harus sebulan beli buku minimal 5, walau nggak punya baju yang penting buku. 
3. Perkuat motivasi. Kita harus menciptakan lingkungan yang menyemangati kita. Kita tidak pernah 24 jam dengan para motivator. Maka tempel tulisan đi dinding, di pintu, di mana tempat yang mudah dilihat.
4. Percaya diri. Ada cerita tentang anak yang gagap berbicara tapi semester 5 sudah menjadi orator. Dia menjawab bahwa nggakpapa kemarin saya belajar diketawakan nggakpapa, yang penting bisa berkembang. Karena sesungguhnya kita dari awal sudah menjadi pemberani. Kalau kita sebagai hadiah untuk dunia kenapa kita harus takut. 
5. Berusaha. Anak kecil sangat pintar lima puluh kali lipat karena selalu berani. Mencoba apapun itu. 6. Ulet dan gigih. Selalu katakan yes saya bisa. Biidnillah. Pisau itu jika nggak dipakai selama 2 bulan maka dia nggan bisa dipakai. Maka terus asah kemampuan.
7. Menjaga kesehatan.


Itulah beberapa tips yang disampaikan Ustadz Halimi đi acara El Ma'rifah UPKM Ma'had Sunan Ampel Al Aly UIN Maliki Malang. Semoga Kita semua dapat selalu berusaha dan berani mencoba. Dengan keyakinan bahwa Allah selalu menemani dan menyertai langkah kita. Aamiin..

Darun Nun
#darunnun #darunnun.com #pesantrenliterasi #pesantrenpenulis #pesantrentidar #mendesainmasadepan

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar