Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Kyai Chamzawi : Bayang - Bayang Panutan

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Oleh : Nur Alfiyatul Hikmah

Merinding rasanya saat berkumpul di tengah-tengah para alim ulama serta santri dari berbagai pesantren. Tak pantas rasanya diri ini berada di tengah-tengah mereka semua, tapi hati dan keinginan ingin selalu berada dalam lingkungan yang seperti ini. Bagaikan dikelilingi es yang membeku adem dingin ayem hidup ini. Hati berteriak sekencang-kencangnya serta tak terlupakan rasa syukur yang berlebih-lebih, Allah telah menggerakkan hati dan raga saya untuk melangkah ketempat yang insya Allah barokah berkah nan berlimpah ruah segalanya.

Isakan tangis yang keluar spontan dari air mata saya, saat melihat video yang ditayangkan didepan membuat hati teriris. Rasanya sifat saya ini sangat buruk sekali dibanding kyai Chamzawi yang penuh ketawadu'an meski berada dalam jabatan yang tinggi. Saya seorang mahasiswa yang tak mempunyai kompeten serta keahlian apa-apa kok saya ini sombong, angkuh dan tidak mau menghargai orang lain. Berbeda sekali dengan Kyai Chamzawi yang sudah alim, ikhlas, sabar, tawaduk, istiqomah serta kompeten dalam bidangnya tak pernah menyombongkan diri meski jabatan yang beliau duduki sekarang berada dikedudukan yang tinggi. Tokoh yang patut diteladani untuk dijadikan suri tauladan kita semua. Subhanallah. Ya Allah, ampunkan segala keangkuhan, kesombongan dan ketidaksopanan saya kepada-Mu.

Penghargaan ini patut diberikan kepada Kyai Chamzawi, karena beliau adalah sosok yang mampu membuat sekitarnya nyaman dan damai saat berkumpul dengan beliau. Saya ingin sekali banyak belajar kepada beliau, saya merasa kurang dalam berbagai hal. Ingin sekali belajar atau berdiskusi untuk mengembangkan kompetensi serta mengasah sifat yang kurang baik ini.  

Sebenarnya ingin sekali dapat mencium tangan jajaran kyai-kyai hebat yang menjadi suri tauladan tersebut, tapi apalah daya tangan tak mampu menggapainya. Hanya lantunan doa yang mampu saya untaikan untuk para kyai di depan panggung keberkahan. 

"Panggillah nama saya dalam doamu kyai saat saya berada dalam jalan kesesatan. Berikan petuah-petuahmu yang sangat saya butuhkan, kyai. Tuntun saya agar bisa meneladani Nabi kita, serta meniru kebiasaannya. Bimbing kami agar bisa sepertimu. Terima kasih untuk segalanya. Saya hanya manusia biasa yang ingin sekali duduk diantara para alim ulama karena dunia ini semakin hari semakin membahayakan diri. Sekali lagi bimbing, tuntun serta arahkan saya ke jalan yang benar." 

Semoga kelak saya bisa berkumpul dengan para alim ulama meski di barisan paling belakang. Aamiin   


  
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar