Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KENAPA AKU HARUS JAGA PANDANGAN (GHAADUL BASHAR)?


Oleh Dyah Ayu Fitriana

Jumat pagi, pengajian rutin di Ponpes Sabilurrosyad Gasek selalu menambah ilmu dan ketenangan hati. Pagi ini Kyai Marzuki Mustamar, sebagai pengasuh, menjelaskan perihal menjaga mata, menahan dari zina. Beliau menjelaskan "Allah Bersabda: "Muhammad ingatkan para mukmin agar menjaga matanya, dan menjaga kemaluannya. (Tidak selingkuh, tidak zina). Yang begitu itu lebih baik/lebih bersih bagi mereka, Allah Maha mengetahui."

"Mengapa sih kita harus menjaga pandangan? menahan dari perzinaan? Begini bapak ibuk, Jika semua orang berkomitmen untuk menjaga kesuciannya, tidak zina tidak selingkuh, dan melakukan hanya dalam naungan pernikahan yang sah, maka dapat dipastikan masyarakat tersebut nasabnya terjaga. Nasabnya jelas karena semua anak memiliki wali yang jelas. Coba kalau ada yang zina? anaknya perempuan, kasihan dia ndak punya wali".


Misal, ada anak kecil umur 2-3 SD. Anak tersebut ternyata merupakan hasil perlakuan zina, maka anak ini akan sengsara hidupnya. Teman-temannya mengucilkan "Ih jangan main sama dia, dasar anak hasil zina. Anak haram!" Dalam kandunganpun Ibunya tidak bangga. Mau digugurkan ia kasihan, tidak digugurkan ia minder sama tetangga. Si ibu menyandang beban mental. Anak yang dilahirkan akan juga memiliki tekanan mental, kondisinya lemah mental dan lemah rohani. Susah diajak ibadahnya. Selain itu seorang ibu tanpa suami ia akan susah tanpa ada yang membelikan perlengkapan untuk anaknya.

Jaga mata, jaga kemaluan, jaga dari perzinaan, itu lebih baik lebih bersih. Lebih baik untukmu.
Anak hasil perzinaan itu sangat susah untuk dididik. Di dolli ada TPQ, ada pengajian dzibaan. Tapi tetap saja mereka zina. Dawuh Mbah Mansyur alasannya yakni jika orang nikah mau kumpul itu sholat dulu, doa dulu, meminta dulu. Makanya anaknya hasilnya baik. Tapi kalau orang zina? masak iya mau sholat sunnah dulu, doa dulu? mereka malah doa "Jangan sampai jadi anak ini nanti". lah makanya anaknya susah untuk diajak dalam kebaikan.


Bagaimana cara menjaga?
1. Ingat bahwa kita semua akan mati. 
2. Ingat bahwa kita akan menjadi contoh anak-anak kita. 
3. Kumpul orang sholeh.
4. Puasa, dzikir
5. Nyedek nang allah (Mendekat pada Allah)


Pandangan itu adalah panah yang beracun. Barang siapa menahan pandangannya benar-benar berusaha karena takut pada Allah. Maka Allah akan memberikan kenikmatan beribadah yang senikmat-nikmatnya.


Ada banyak zina yang dilakukan pancaindera. 
Matanya berzina ketika saling memandang. Telinga dan lisannya zina ketika saling bercakap saling merayu, janjian. Tangannya zina ketika saling memegang. Kaki pun zina saat ikut melangkah menuju zina. Kalau sudah seperti itu pasti setan merayu hatinya "Ayo masak cuma lihat, rugiii!! Masak cuma pegang, rugiiii!!!" jika sudah seperti itu terbesitlah ingin di hatinya. Membayangkan. Lalu zina 100%.


Maka dari itu kalau sudah pingin, MENIKAHLAH! Masalah masih kuliah? nggakpapa. Teruslah kuliah buat perjanjian. Yang penting sudah halal.

Ketika jadi guru, jaga muridmu. Pisah lelaki dan perempuan. Jaga agar bajunya sopan tidak mengundang syahwat. Sebagai orang tua jaga anakmu, perawanmu.

Mendengar nasihat-nasihat beliau rasanya malu saat mata masih salah memandang. Pulang-pulang dari ngaji, bener-bener jaga pandangan nih soalnya yang jaga parkir kang-kang santri. Hihihi :-D
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar